30 Januari 2009

GAMANG



GAMANG

baru saja kutaruh pantatku di kursi landai berkarpet beludru
tersungging seringai harimau lapar terpampang dimatamu
; apa salahku?

kemarin dulu tak ada dangau yang doyong walau tiangtiangnya sedikit rapuh tapi sangga kaki-kakinya menancap dalam...
tak tergeser lindu memayung
tak gemeretak pun lesus menyapu lembut permukaan wajahmu

kulihat dari atas galengan pepetak sawah dan tegalan
derai dan kecipak-kecipak cangkul beradu, nyaring bersama nyanyian jengkerik
terlihat pula hunian batangbatang bambu yang tumbuh subur di pematang bianglala
tanah gambut di samping dermaga tempat sandaran bidukku... beri harapan

(berang-berang menata hari dengan semangat, membendung samudra)

tapi sayang...
aku hanya seekor berudu yang berganti sayap dan ingin terbang melalui tepian bibirmu yang merona jingga...
singgah di lentik bulu mata
berkecipak riang di derai air matamu

; mungkinkah?, nyaliku meronta

sampai kapan kutunggu jawabmu
sedang senja semakin merayap menghampiriku, kan membawaku pergi jauh... jauh sekali
dimana cinta pengabdian belaka

...
Poncowae
Jkt, 10 Nopember 2008-14:15


Tidak ada komentar:

Posting Komentar