23 Januari 2009

JENGAH

memang aku tak muda lagi
berbentur ombak sering sekali
serpihan roti strouwberry pagi tadi yang menempel dipaha celana jeansku bagian dalam
seperti taiklencung mengering...
hanya kuusap tisu meja yang kubasahi dengan air kencingkuda
cukuplah, pikirku seraya menjingkitkan kaki meja yang menjepit tubuhku

lelah badan kurasa cukuplah lelapkan mata
lelah hati, bagaimana picingkan nalar?

urat tua menghela nafas bagai kereta api pengangkut batu bara
ngos
ngos
ngos ngosan

pohon damar semakin melengkung disaat sayatan nadi meneteskan lara
begitu pula jalan yang memburam perlu suluh penuntun arah
walau mulut tertolak
nurani bicara : "ya"

saat guyuran hujan tak mampu basahi kendi....
disitulah tanya perlu dijawab segera

Amin

...
Poncowae
Jkt, 25 Desember 2008-15.54
kupetik dari puisiku di "lembahkasih" yang baru aku bikin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar