
mengenangmu dalam bias senja yang beranjak
mematung di halte tempat persinggahan sejenak keluku
sempat kutidurkan dalam nyenyak batang leherku
"ternyata...
menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan, sobat
maka...
aku
kesal"
"merenda asmara
mengapa harus jadi pengabdian semu?" jawab lelaki tua temani keluhku senja itu
"kasih..." bisikku di temaram senja ini
tutuplah cermin bedak lipstikmu
kamu tetap cantik walau tanpa rembulan memayungimu
mengertilah kasih...
aku tak sabar menanti hadirmu di biduk asmaraku
...
Poncowae
Jkt, 03 Desember 2008-11.46
mematung di halte tempat persinggahan sejenak keluku
sempat kutidurkan dalam nyenyak batang leherku
"ternyata...
menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan, sobat
maka...
aku
kesal"
"merenda asmara
mengapa harus jadi pengabdian semu?" jawab lelaki tua temani keluhku senja itu
"kasih..." bisikku di temaram senja ini
tutuplah cermin bedak lipstikmu
kamu tetap cantik walau tanpa rembulan memayungimu
mengertilah kasih...
aku tak sabar menanti hadirmu di biduk asmaraku
...
Poncowae
Jkt, 03 Desember 2008-11.46

Tidak ada komentar:
Posting Komentar