
AKU PANGLIMA PERANG
//sumpah kepala siapa
semestinya kau tahu disela sela gigiku ada taring yang siap mengunjam dalam dalam
mengapa kau bangunkan aku dari diam?
tidak lebih kamu hanya bidak kecil, aku telanpun tak akan bikin aku kenyang
hanya bikin kotor mulutku saja
sebaiknya kau kerjakan apa saja yang ada dipundakmu, jangan berharap kerjakan apa saja yang jadi bebanku,
kamu tak mampu
aku memang mengecilkan kamu, karena kamu memang kecil dimataku
lebih kecil dari semut yang masih mampu bertengger dan menggigit ujung hidungku
walau akhirnya mati dengan keberaniannya
aku memang panglima perang, sudah tujuh samudra kutaklukan
yang bekerja dengan otakku bukan dengkulmu
maka lupakan saja ambisimu
waktumu yang berharga hilang terbakar bara saga durjana
sekali kau melawan!
kupites mati tak untal malang
pikirkan itu wahai bidak
sebelum pikiranku berubah, enyahlah dari hadapanku
Poncowae
17 Oktober 2008

Tidak ada komentar:
Posting Komentar