03 Februari 2009

puisi peribahasa : NAIK MELONCAT, TURUN TERJUN

puisi peribahasa :
NAIK MELONCAT, TURUN TERJUN

saat payung tergenggam tangan
dalam rintik resah dan bimbang
hasutan badai mencerca pagi
patahkan dahan
patahkan ranting
patahkan niat susuri office tawarkan diri

(ternyata reruntik hujan deras menyapa
hati termangu langkahkan kaki)

saat payung tergengem tangan
seharusnya tak mudah paling ke rotan jalar
sedang gerai siput menyapa...
"mengapa gaung halilintar terasa jauh?"

hidupku bagai...
naik membilang anak tangga turun,
selangkah jejaklah bumi
(sulit mencari kehidupan mapan,
namun mudah tuk jatuh miskin)

jinjingan beban hidupku ini Yaa Allah...
kuingin tetap utuh ditangan....
dan...
saat saat saling ulurkan hati
terasa ringan bebanku ini

kuharap...
esok hari dapat selamanya kami miliki

....
Ponco Wae
Tangerang, 01 Februari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar