30 Maret 2009

oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 2)


Bab 2 : MENGENAL ISLAM MELALUI LINGKUNGAN DAN PERGAULAN

Di bab pertama sudah saya jelaskan terombang-ambingnya keyakinan saya tentang agama Budha.
Entah apa, setiap saya membaca dan berusaha meyakini ayat perayat kitap suci Tripitaka serta perjalanan spiritual Sidharta Gautama sebagai penyebar agama Budha. Justru yang saya temukan adalah keraguan dan keraguan.
Sejak kejadian dengan Bapak saya itu hingga saya lulus SMA, kegiatan kebaktian bagiku hanya sekedar menghormati bapak saya sebagai orang tua saya, sebagai penyebar agama Budha, sebagai ketua MUABI (Majelis Ulama Agama Budha Indonesia) tidak lebih. hingga datanglah hari kebebasanku yaitu saya mulai merantau ke jakarta lalu ke tangerang.
Pada saat saya dapat panggilan untuk bekerja disuatu Pompa bensin di daerah Larangan Utara. Cileduk- tangerang.
Waktu itu Bapak saya berpesan, kalau saya pergi ke jakarta selatan, jakarta pusat, jakarta timur dan barat serta ke kota tangerang dianjurkan pergi ke vihara vihara di kota kota tersebut untuk beribadat. Juga di pesan untuk menemuai biksu si anu... si ini.... si itu disetiap vihara.
kata beliau, biksu biksu tersebut akan memudahkan saya dalam fasilitas beribadah, mencari pekerjaan yang layak atau mungkin jodoh buatku kalik hahahahaha
tapi anehnya, disetiap sampai di salah satu Vihara, seperti hati kecil ini mencegah untuk memasuki halaman vihara.
Jadi selama merantau hampir 5 tahun saya tidak pernah melakukan kegiatan yang bernama sembahyang/ kebaktian Budha.

Kapan saya mulai mengenal agama Islam?
Sejak kematian adik saya yang ke tiga yang bernama Asta Samana Vipaka. Dimana adik saya tersebut ikut bersama saya.
Sepertinya saya harus membuka diri dan belajar introspeksi.
waktu itu kepribadian saya sangat kasar, menutup diri dengan lingkungan. dan sering melakukan perbuatan maksiat.
Setelah saya mampu introspeksi diri, barulah saya mampu melihat lingkungan sekitar kontrakanku yang muslim.
Yang berkesan bagi saya waktu itu terhadap orang muslim adalah disetiap ada acara kendurian/ baca yasin dan acara maulid nabi, saya yang berbeda keyakinan dengan mereka selalu di undang. Dan anehnya juga, saya sering menghadiri acara tersebut. walau waktu membaca do'a jelas saya masih menggunakan ayat ayat budha.
Sejak itulah saya suka memperhatikan pergaulan orang orang muslim termasuk memperhatikan teman teman kerja saya yang semuanya muslim.

Apakah saya langsung masuk Islam?
jelas tidak.
saya yang gemar membaca dan suka nongkrong di toko buku, mulai mempelajari Islam.
walau waktu itu baru sekedar membaca atau membaca beberapa Bab saja di toko buku tersebut.
Toko buku yang dulu sering aku singgahi untuk mencuri ilmu Islam adalah toko buku Gramedia di blok M- jakarta selatan serta toko buku bekas di daerah taman Puring, mayestik- jakarta selatan. Kerna lokasi blok M, taman puring dan Mayestik termasuk dekat dengan tempat kerjaku.
Setelah mantap dengan bimbingan seorang guru SD yang aku kontrakin rumahnya yang bernama Bapak Mualih Hasyim, serta dukungan teman teman kerja. Maka saya di Islamkan di suatu pesantren di daerah Mauk- Tangerang.
Waktu itu aku tidak tahu daerah Tangerang, maka hingga kini saya tidak tahu tepat letaknya pesantren tersebut. Kata teman saya(bertemu terakhir 4 tahun lalu) yang menghantar saya. dia bilang kalau pesantren tersebut sudah milik orang. Sedang Kyai yang mengislamkan saya sudah pindah ke jawa timur.

lanjut ke bab ke tiga
Insyaallah besuk pagi saya lanjutkan lagi
Masih capek nih!
hehehe
(300309)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar