300 ORANG TERTIMBUN DI TIGO
(Surat terbuka untuk Allah)
U/ sobatku Sandi Lekas dan Korban bencana Padang Pariaman
terhenyakku...
sukmaku melayang tuk menghantar lara menyayat dari lembah Gunung Tigo yang meratap
: apalagi yang hendak dibawa pergi Yaa Allah... selain isak yang tak lagi meneteskan airmata?
300 bukanlah angka yang sedikit, sedang jemari tangan kami berbalik arah menikung menghitung tak akan henti bergetar
Mungkin disinilah aku harus merangkup pilu berkepanjangan
menetaskan kegundahan yang bercampur didihan nestapa
sungguh Yaa Allah!... aku tak berniat menghujat-Mu
seberapa nikmat-Mu selama ini ternyata sering kami anggap itu memang sudah kewajiban-Mu saja
Yaa Allah
kalau kami dianggap anak-anak yang menginjak dewasa, maka kami-kami inilah yang mengeja bengal menentang arah yang sudah jelas terpampang di jidat kami
maka ampunilah sikap kami-kami ini
beri kesudahan prahara ini Yaa Allah, walau Engkau telah berfirman bahwa cobaan yang Kau turunkan tak melebihi kemampuan kami
tapi dera-Mu lebih menghunjam di nadir, di jantung, di jalan-jalan yang mulai memburam yang sesungguhnya kerna kebodohan kami-kami sendiri
Yaa Allah
aku paham semua ini pasti kehendak-Mu
maka ampunilah aku yang lancang mengirim surat terbuka ini pada-Mu
Yaa Allah... sebelum dan sesudah surat ini Kau terima, aku ucapkan terima kasih atas perhatian-Mu selama ini padaku dan pada kami-kami ini yang tentunya selalu Kau kasihi
Hormat saya
Hamba-Mu yang belajar mensyukuri nikmat-Mu
Fulan bin Fulan
...
Ponco Wae
Tangerang, 04 Oktober 2009 barusan 10.47 wib
19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar