Puisi peribahasa ;
"Gereklah langit olehmu, engkau takkan kusaraki juga"
*) Puisi peribahasa ini aku dedikasikan U/ sobatku Eti Puji
cermincermin retak...
dapatkah kau simpulkan temali hatiku pada batang julang penyangga langit, di Situ banyu ijo sempat kurangkai kata pada keremangan malam hingga penat berubah jadi kenikmatan
(mewangi kembang damar sa' penduluman)
cermincermin retak...
dapatkah kau gadaikan waktukku tuk sejenak melebur jadi angas-angas anglo yang membinarkan harap
tapi mengapa justru aku terkesima padamu, hingga aku tak beranjak
sedang perjalananku tinggal sejengkal, itupun kalau tak terjegal aral
cermincermin retak...
sekali ini kumematut diri di depanmu dengan iga yang menggelembung tertiup bayu
ternyata aku harus kembali arah, dimana asalku beruak-ruak lara dikebiri rasa
niat diri mencuri perhatian ternyata "Seperti menjilat keluan bagai kerbau"
cermin
cermin
retak...
aku tak butuh kamu lagi
...
Ponco Wae
Tangerang, 17 September 2009-10;09 pagi
Cara membuat puisi peribahasa yang aku perkenalkan disini beberapa bulan yang lalu adalah sbb:
1. Tema diambil dari salah satu peribahasa.
2. Tema tersebut dikembangkan dalam cerita/penulisan tentang kekinian atau kejadian jaman sekarang.... Baca Selengkapnya
3.Untuk menguatkan bahwa puisi ini berbeda dengan puisi yang lain, maka perlu dimasukan peribahasa yang padanan artinya sama dengan peribahasa yang kita jadikan tema.
4. Puisi peribahasa tetap diberi judul dengan peribahasa yang kita jadikan tema.
selamat mencoba sobat2ku tercinta. Kuharap dengan eksprimenku ini lalu sobat2 semua bersedia mensosialisasikan dengan cara membuat puisi peribahasa dan diposting disini maupun di media yang lain.
trims
salam persobatan
Ponco Wae
19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar