19 November 2009

Sajak-sajak jadul Poncowae Lou

Sajak-sajak jadul Poncowae Lou;
Teruntuk ibunya anakku Bagas Mario W"

Anyam

selembut embun
sedini ini
menyelinap di sela rumput dan daundaun yang mulai menghijau

senjapun berganti malam
kuanyam harap di titik buram yang mulai nampak menggairahkan hingga lahirlah benih kejujuran

; hanya kamu yang mampu mengerti

...
Taman burung TMII, 31 Desember 1991

Burung bulu merah

entah siapa
atau memang harus bisa
melihat
kepakkepak sayap yang tegar kuat menghantam angin pesisir yang panas?

terkesiap
ah...
selena membawa fajar

...
Taman burung TMII, 31 Desember 1991

Aku dengar suaramu

dari balik jendela
riap keriap cemara lembut disapa angin senja,
bianglala membelah
antara hidup dan mimpi

kutermenung...
kenapa langit mendung masih saja menggumpal di wajahmu?

...
Taman burung TMII, 31 Desember 1991

Tahun kesatu
- kado istimewaku untuk istriku yang satu di tahun baru 1992

kuberi lampion sebongkah emas murni
biar ruang ini jadi indah kemilau

aku dendang seruni dengan petikpetik kecapi
biar ruang ini terhadir bidadara tersenyum menyejukan mata

aku tancapkan tiang-tiang penyangga antara hari ini dan esok lusa
dengan suatu kepastian
ya...
lahirlah suatu arti kehidupan

...
Pantai carita, 1 Januari 1992

Maka

kamu kan tetap menemukanku yang selalu merengkuhmu

...
Ciledug-Tangerang, 24 juni 1992

Cerita tentang musang yang tertangkap

kutangkap dimatamu
bening diburu
..........
takutmu lambang kasih sayang
bibirmu bergetar tak bergairah

; kasihan ayah!... anaknya kecil-kecil tiada lagi semang

hemm

Tenanglah kamu anakku
mimpi-mimpimu telah menghilang kerna pagi telah menjelang
ciumlah pipi ibu...ciumlah pipi ayah, anakku
selamatlah hidupmu
selamatlah duniamu

....
Ciledug-Tangerang, 7 Februari 1993

catt ; sajak "cerita tentang musang yang tertangkap", aku tulis disaat istriku sedang mengandung anakku Bagas Mario Wibisono yang lahir tanggal 18 Juli 1993.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar