08 Juli 2010 jam 16:25
Puisi pecicilan : Kopiah pakde dari Ilenk
: Ileng Rembulan
cerminku cermin!
muntahkan wajahku berpantul bening kopiah bertengger di kepalaku
tersambut ilenkku ilenk memantasku
: wooow cantiknya kamu memajangku di kelam malam, Ilenk?
"sampean iki sudah sepuh sanget, jangan neka-neko. tersandung bata tiba lara bagaimana?" ucap ilenk menggantung di pucuk mbang-mbung
kepalaku semakin berdenting denting tuing tuing
itu kopiah ku elus halus bak menjamah iga beludru
kujawil istriku yang melambung dalam dengkur siang itu
; bune!... bune!... simpan ini kopiah wasiat (walau siji harus dirawat) saat tiba danyang dan dayang,
persembahkan tuk putra raja
jangan pikirkan aku, ubanku yang beribu-ribu lebih nyaman di kepalaku
~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 08 Juli 2010-15:38
ctt ; aku ingin berkata, sejujur jujurnya jujur ya lebih baik demikian pulakan?
sudah tua masak dibilang tua?
hehe
13 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar