
PEREMPUANKU SEORANG IBU
perempuan adalah empunya kehidupan
hanya kepadanyalah Allah titipkan Ar Rahim
hanya kepadanyalah terlahir pengabdi tiang Arsy yang suci
menjadikan perempuan selalu sangatlah berarti
kupejamkan nalar malam ini
kutangkup bayangbayang masa silam
disana telah terukir nama indah dihati...
hanyalah dia yang pantas jadi monumen nurani
dialah
ibu
kita sendiri...
dialah
istri
istri kita sendiri
kuharap aliran darah yang terpancar disaat janinku merekahkan sukma
dan berakhir mencium bumi selamanya
selalu panamu tebarkan rajutan kasih
terpatri erat disanubari
ibu...
dihari dalam geliat hening temaram senja yang tertinggal jauh
aku taburkan bintang bintang kejora
dari lor kidul regol pencanang lara
dengan ublik bambu wulung yang bertebaran di puncak puncak bukit
(angin sepoi pengedar rasa, tebarkan aroma daun kemladean yang berbintik bintik bunganya)
ibu...
siapkan hatimu tuk terima rebahan berjuta juta rindu
berciciripi seperti dulu hingga bentang garis langit memudar dan berganti gemericik air pencuran
ibu...
adzan subuh berkumandang memanggil
ijinkah aku tebarkan jala kasih sayang di balik tabir kerinduan
sungguh....
aku puas hirup harum sajadah
teriring selalu do'a untukmu, Ibu
...
Poncowae
Jkt, 22 Desember 2008-16.36
perempuan adalah empunya kehidupan
hanya kepadanyalah Allah titipkan Ar Rahim
hanya kepadanyalah terlahir pengabdi tiang Arsy yang suci
menjadikan perempuan selalu sangatlah berarti
kupejamkan nalar malam ini
kutangkup bayangbayang masa silam
disana telah terukir nama indah dihati...
hanyalah dia yang pantas jadi monumen nurani
dialah
ibu
kita sendiri...
dialah
istri
istri kita sendiri
kuharap aliran darah yang terpancar disaat janinku merekahkan sukma
dan berakhir mencium bumi selamanya
selalu panamu tebarkan rajutan kasih
terpatri erat disanubari
ibu...
dihari dalam geliat hening temaram senja yang tertinggal jauh
aku taburkan bintang bintang kejora
dari lor kidul regol pencanang lara
dengan ublik bambu wulung yang bertebaran di puncak puncak bukit
(angin sepoi pengedar rasa, tebarkan aroma daun kemladean yang berbintik bintik bunganya)
ibu...
siapkan hatimu tuk terima rebahan berjuta juta rindu
berciciripi seperti dulu hingga bentang garis langit memudar dan berganti gemericik air pencuran
ibu...
adzan subuh berkumandang memanggil
ijinkah aku tebarkan jala kasih sayang di balik tabir kerinduan
sungguh....
aku puas hirup harum sajadah
teriring selalu do'a untukmu, Ibu
...
Poncowae
Jkt, 22 Desember 2008-16.36

Tidak ada komentar:
Posting Komentar