29 Januari 2009

BELALANG RAMA RAMA



najis terucap dalam sembab senja yang menjingga
kutebarkan jala roda roda pedati mengangkasa
satu persatu hinggap
jala terasa berat
dan
tiang pancang yang mulai rapuh gentoyong condong
aku sempat luberkan lelah ditapal kerinduan

dari jauh kudengar kecipak cipak gerhana bulan membayang dikolam berdaun lontar
aku terenyuh
igaku terlanjur lentur
menopang raga buai hasrat tak sampai sampai

belalang pagi inipun mati diujung tombak sang bayu
sempat menyeru imani aku imani aku

dari arah belantara kidung senja rama rama menari nari histeris
menghantar mentari ke peraduan

aku tahu, kasih
kunang kunangpun akan hadiri kremasiku
kuharap nanti lenaku
nyanyikan kidung lokananta gending surgawi
dan
jangan ada percik percik air mata di guratan senja
agar perjalananku ini sangat berarti bagimu

...
Ponco wae
Jkt, 24 Desember 2008 -09.30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar