09 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (BAGIAN 8)


C : LINGKUNGAN MUSLIM YANG SAYA DAMBAKAN

Kebanyakan orang muslim yang mengetahui bahwa saya seorang mualaf, sering bilang bahwa seorang mualaf dalam menimba keislamannya lebih gigih dibanding seorang muslim asli.
Saya yang ditanya seperti itu, sering merenung sendiri : "Apakah benar dalam keislaman saya ini tidak ada yang saya cari selain keridho'an Allah?"

Astagfirullah, saya hanyalah seorang pencari Allah, pencari ilmu agama, seorang pencari jati diri, pencari kejelasan hidup. Yang sebelumnya saya tidak menemukan penuntun hidup yang tepat.
Setelah saya menemukan agama Islam sebagai pilihan hidup dan mati saya, barulah saya merasakan ketenangan jiwa.

Lingkungan muslim seperti apakah yang saya damba?

Semua orang pasti membutuhkan ketenangan dalam berumahtangga. Semua itu akan terwujud apabila lingkungan itu mendukung keinginan kita.
Lha untuk mewujudkan keinginan itu tentulah kita sendiri harus terlibat menciptakannya.

1. Lingkungan yang asri dan saling menjalin rasa kekeluargaan :
Sejak saya merantau hingga kini, Allah meletakan saya dalam lingkungan yang religius, yang islami.
Sampai-sampai saya punya bapak dan ibu angkat, punya banyak tetangga yang menjadi saudara muslim. Semua itu pasti kehendak-Nya yang selama ini tidak saya sadari.

2. Lingkungan yang saling menghargai perbedaan :
Pelangi dipandang indah kerna perpaduan dari berbagai warna yang berbeda.
Itulah yang selama ini saya rasakan dalam kehidupan.
Tentulah sikap kita harus bisa menjadi panutan orang non muslim.
Contoh nih hehehe : Kalau kita seorang pejabat, ya saya berharap menjadilah pejabat yang bisa menjadi contoh buatnya.
Siapa tahu, disaat seorang non muslim berdialok yang santai, orang tersebut tertarik kita bukan kerna hasil dari obrolannya. tapi lebih tertarik dari kepribadian kita.

3. Lingkungan senandung do'a :
Pengalaman umroh kemarin menjadikan saya begitu mengharap suasana itu terbawa dalam lingkungan kami.
Yang jelas saya mulai dari lingkungan kecil saya dahulu, yaitu keluarga saya.

4. Lingkungan aman dan damai :
setelah tercipta suasana yang tercantum diatas, maka lingkungan yang aman dan damai akan mengikuti/ tercipta sendiri.



D. PANDANGAN SAYA TERHADAP ORANG NON MUSLIM

Yang saya rasakan sekarang adalah bagaimana caranya kita sebagai orang muslim menciptakan suri tauladan dalam pergaulan dan bermasyarakat. Tanpa harus kita menggurui maupun membenci mereka.
Kerna menurut saya, Suri tauladan sudah ada, dimana Rasulullah SAW dalam masa hidupnya terhadap orang non muslim. Maka tinggal kita mempraktekan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Cara ini juga pernah saya sampaikan di pengajian maupun di pembicaraan non formal.
Bahwa letak dari seseorang non muslim tertarik pada agama islam adalah dari cara kita membuat mereka tertarik terhadap agama islam.
Tidaklah perlu propaganda dan membentuk kader garis keras dalam merangkul mereka. (Seperti yang mereka lakukan dalam menjaring umat nasrani)

Ungkapan hati saya ini terakhir kali saya sampaikan waktu saya berada di Taif-Jedah, hendak terbang kembali ke jakarta.
waktu itu saya diwawancarai penyiar radio kerajaan arab saudi dalam program bahasa indonesia.

Sungguh saya berharap ibu dan saudara saudara saya yang masih bertahan dengan keyakinannya dapatnya dibukakan hatinya. Hanya Islamlah agama yang diridho'i Allah ta'ala.

Saya juga akan mempraktekan seperti apa yang dilakukan lingkungan muslim saya dahulu sewaktu saya masih non muslim terhadap orang tua dan saudara saya.
Dengan cara itu, maka Ibu dan saudara saya semua dalam satu keyakinan yang di ridho'i Allah yaitu Islam.


E. CARA SAYA DAHULU BERIBADAH

Hanya satu yang sama dalam beribadah antara Budha dan Islam, yaitu tempat harus bersih. Dalam beribadah tidak boleh memakai alas kaki. Kerna waktu beribadahnya duduk dilantai yang beralaskan tikar atau karpet.

Sedang perbedaannya sungguh mencolok, di bawah ini bisa saya sebutkan :

1. Di depan tempat ibadah diletakan sebuah meja besar yang dinamakan Altar.
Altar adalah semacam meja pemujaan. Menurut mereka Altar itu adalah tempat pemusatan pikiran.

2. diatas altar diletakan beberapa patung, salah satu patung yang paling besar dinamakan Sang Hyang Adi Budha sebagai perlambang Tuhan. sedang patung yang kecil kecil ada yang berupa patung patung dewa. Salah satu patung yang sangat dihormati orang Budha adalah patung Dewi Kwan Im poushat (orang jawa menyebut dewi sri atau dewi padi)

3.Diatas Altar juga diletakan gelas yang berisi air putih.
Air putih tersebut disebut air suci. Air ini diambil dari gentong.
Air ini dimaksudkan sebagai air kehidupan.

4. diatas altar juga diletakan piring kecil yang berisi bunga.
Bunga ini saya tidak tahu maksudnya. sebagai perlambang apa saya lupa.

Bagaimana caranya beribadah/sembahyang?

Disinilah yang sangat mencolok perbedaannya dengan agama Islam.
Sesama agama Budha saja cara bersujudnya saja sudah berbeda.
Negara satu dan lainnya berbeda cara beribadahnya.
Mungkin kalau mereka beribadah bersama seperti kita di masjidil haram, saya rasa cara bersujudnya dan lain lain akan tidak ada kekompakannya.
Ada yang cukup beribadah dengan cara berdiri di depan altar dengan cara anggukan beberapa kali dengan memegang dupa yang ujungnya dibakar.

Untuk menggambarkan ini memang perlu penjelasan yang mendetil.
Saya rasa bagian ini tidak perlu dibahas kerna memakan tempat dan tidak bermanfaat buat kita.

F.PENDAPAT SAYA TENTANG AGAMA BUDHA

Setelah saya menjadi muslim beberapa bulan, saya barulah sadar bahwa apa yang selama ini saya lakukan ternyata perbuatan seorang musrik. Dimana saya dari kecil hingga menjelang dewasa, ternyata saya telah menduakan Allah.

Mengapa saya bilang begitu?

Kerna selain Sang Adi Budha sebagai Tuhan, saya juga menyembah dewi Kwan Im dan beberapa dewa.
Sedang di islam perlambang Dewi kwan Im adalah salah satu sifat Allah. Bukan nama Allah (asmaul Husnah)

Yang anehnya lagi, mengapa Allah bisa digambar maupun dipahat jadi patung?
Sedang Allah jelas tidak bisa kita bayangkan wujudnya dengan mata indra kita.

Selain itu, mengapa saya mengotak-kotak Tuhan dengan memberi persembahan berbeda-beda, antara Sang Budha sebagai Tuhan itu sendiri dengan dewi Kwan Im dan dewa dewa yang lain?

Itulah pencerahan saya yang membuat saya yakin bahwa saya masuk Islam adalah kehendak-Nya.


berhubung sudah jam 5 sore, InsyaAllah cerita saya ini akan saya lanjutkan besuk pagi dengan kisah saya yang lain ya?
kuharap apa yang saya sampaikan ini semakin mempertebal Iman Islam kita.

Tng, 09 April 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar