Bab 9 : MIMPI BERTEMU MALAIKAT JIBRIL DAN MIKAIL
Semua orang pasti pernah mengalami mimpi. Mimpi kata orang adalah bunganya orang tidur.
Menurut orang jawa, waktu mimpi itu sendiri bisa dibagi tiga. Yaitu Titi yoni terjadi antara jam 8 malam sampai 11 malam. Gondo yoni jam 11 sampai jam 2 pagi. Sedang Puspo Tajem terjadi antara jam 2 pagi sampai setengah 4 pagi.
Titi yoni artinya memimpikan sesuatu yang pernah terjadi dalam kenyataan di masa lalu.
Gondo yoni artinya memimpikan sesuatu yang terjadi dipagi hingga menjelang tidur, bisa dibilang mimpi itu terbawa peristiwa siang harinya.
Puspo Tajem artinya bahwa mimpi ini terjadi bukan seperti kedua mimpi itu, tapi kerna petunjuk Allah ta'ala.
Awal dari bab ini saya belum menceritakan tentang mimpi. Saya akan menceritakan cara saya mendekatkan diri kepada Allah secara badaniah maupun batiniah.
A. MERASAKAN SENANG DISAAT SHOLAT
Beberapa tahun yang lalu, saya sempat ditanya orang tentang cara sholat saya yang dirasakan oleh yang bertanya tersebut terlalu panjang.
Pertanyaan ini tidak terjadi hanya sekali. Sampai sampai kakak ipar saya sendiri yang bernama Suradi, merasa heran.
Disetiap sholat wajib maupun sholat sunat, saya selalu memakan waktu lebih dari setengah jam. Apalagi kalau saya melakukan sholat malam, saya bisa menghabiskan waktu lebih dari dua jam. Walau pagi harinya saya tetap beraktifitas seperti biasa.
Waktu saya ditanya pertama kali oleh jema'ah masjid Al-Ikhlas yang terletak dekat rumah kami di perumahan dasana indah, saya sempat kaget dan bingung.
Pikir saya waktu itu, "mengapa orang ini begitu memperhatikan cara sholat saya?... Apakah ada yang salah dalam saya beribadah?"
Setelah mengambil nafas panjang, saya bilang, " Mengapa sholat saya panjang?.... kerna saya merasakan senang saja"
Memang sepintas bagi orang awam atau orang yang belum merasakan kekusyukan dalam sholat pasti bingung dengan jawaban saya ini.
Rasa puas ini tidak seperti kita waktu haus saat melakukan puasa atau haus karna kecapekan kerja, lalu kita minum air.
Puas dan nikmatnya sholat ini merasuk keseluruh sendi sendi dan menyatu dengan udara, menyatu dengan alam. Memang susah untuk digambarkan secara tulisan. Hanya batin yang bisa merasakan.
B. CARA SAYA MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN KANDUNGANNYA
Di awal tulisan ini saya pernah bilang, bahwa sebelum saya yakin dengan apa yang akan saya praktekan ataupun yang akan saya jalankan dari suatu ilmu, pastilah saya mempelajari terlebih dahulu ilmunya. baik itu ilmu dunia maupun ilmu agama.
Sifat saya ini yang tidak mau asal menerima begitu saja, sering ditafsirkan orang sebagai si peragu. Bagi saya itu terserah pendapat orang.
Sebelum saya mempelajari Al-Qur'an, saya lebih tertarik dengan sejarah islam. Seperti kehidupan Rasulullah SAW dan perkembangan islam di belahan bumi lainnya serta Hadist Rasulullah SAW. Ini sangat memotivasi saya semakin giat mempelajari Al-Qur'an.
Semula saya mempelajari Al-Qur'an melalui terjemahan dan latinnya. Semakin hari bertambah bulan, saya mempelajari Al-Qur'an dengan tafsirnya.
Saya memang pernah belajar baca Al-Qur'an yang gratisan hehehe. Maksud saya belajar ke tetangga saya, dia seorang usztad muda. Beliau namanya Usztad Zaenudin. Namanya saja gratisan ya belajarnya tidak ditempat yang semestinya. Kadang di bawah pohon jambu.
Berhubung lidah saya yang biasa berdialek jawa membuat cara saya mengucapkan huruf hijaiyah selalu di protes dan disuruh mengulang-ulang. Malulah saya yang diketawain Bapak-bapak yang ada di situ. Lain hari saya tidak mau belajar lagi ha ha ha ha
Masak orang tua di ketawain, malulah aku.
Alhamdulillah, Ada saja cara Allah mewajibkan umatnya seperti saya ini mendalami Al-Qur-an.
Dalam waktu tiga hari saya tekun mempelajari Al-Qur'an lewat CD. Allah memudahkan saya untuk mengenal huruf hijaiyah dan akhirnya Alhamdulillah, saya kini walau masih terbata-bata membaca Al-Qur'an, saya mulai membaca Al-Qur'an. Saya tetap mensyukuri nikmat-Nya.
Mulailah saya melalang ke keluasan karunia Allah melalui membaca Al-Qur'an dan mendalami artinya. Perlahan-lahan saya mulai mengerti, setiap do'a yang sering saya dengar di setiap sholat jum'at maupun sholat wajib berjama'ah dipetik dari ayat-ayat Al-Qur'an.
Sebelum saya mempelajari sedalam ini, saya pikir do'a-do'a disetiap sholat itu diambil dari Hadist Nabi SAW.
Mulailah saya mendengarkan dengan seksama, setiap ada Kotbah sholat jum'at, sholat wajib berjama'ah dan sholat tarawih. Sampai dirumah, saya tidak langsung makan atau melakukan aktifitas lain. Tetapi saya langsung mengambil Al-Qur'an yang ada terjemahannya. langsung mencari ayat-ayat yang disebutkan usztad dalam kotbahnya.
Pernah disuatu hari di kotbah Tarawih ada kejadian dimana saya berpikir untuk menegur usztad. Tentunya menegur beliau, jelas saya lakukan dilain hari dengan memposisikan sebagai sahabat. Alhamdulillah, Pak usztad tersebut menerima teguran saya dengan senang hati.
Usztad tersebut disaat menyebutkan ayat ternyata setelah saya pelajari di rumah, ayat tersebut tidak sesuai dengan nomor ayatnya.
Misalnya dia menyebut ayat ini diambil dari Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat ke satu, ternyata ayat tersebut di nomor 11.
Menurut saya ini sangat fatal apabila ada jema'ah yang asal menerima tanpa mempelajari lagi.
Menurut saya bisa menimbulkan kesesatan. Walau itu terjadi hanya satu ayat, kemungkinan dilain hari akan terjadi kesalahan fatal yang lain.
Kejadian ini hanya sekali terjadi. Kuharap tidak ada lagi kesalahan seperti ini terulang kembali.
Bagi saya Pribadi, dengan kejadian ini, saya semakin serius dalam belajar dan memahami kandungan Al-Qur'an. tentu saja sesuai kemampuan saya.
C. DINYATAKAN DOKTER, SAYA SAKIT LEVER, BATU EMPEDU, BATU GINJAL DAN MAAG AKUT
Di bab-bab pertengahan, saya bilang bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang nyata yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kesehatan jasmani maupun rohani kita.
Ini sungguh saya alami sendiri, dimana saya dinyatakan sakit lever, batu empedu, batu ginjal dan maag akut.
Apa yang saya lakukan mendengar vonis ini?
Entah apa batin saya berbisik agar saya melakukan puasa 40 hari dan menjalankan sholat malam.
Tanpa minta pendapat seorang usztad maupun orang yang tahu tentang aturan berpuasa secara islam yang benar. Dalam keadaan sakit, saya niatkan menjalankan puasa 40 hari dan sholat malam.
Setiap malam selama saya sakit itu, jam 2 malam saya pasti mandi lalu mulai menjalankan sholat malam. Menjelang subuh, saya berangkat ke masjid Al-Ikhlas.
Kadang antara saya dan marbud masjid, duluan saya yang membuka pintu pagar dan pintu masjid.
Subhanallah, Kuasa Allah memang meliputi alam semesta dan seisinya. belum genap saya berpuasa 40 hari, saya sudah dinyatakan sembuh dari segala penyakit. Ini dibuktikan dari hasil laborat yang berupa rongen dan scene.
Sebagai rasa syukur, saya tetap menjalankan puasa itu sampai genap 40 hari. Sedang sholat malam, tetap saya jalani hampir 8 bulan lamanya berturut-turut tanpa alpa. Sampai saya bertemu bulan Ramadhan yang penuh berkah , saya tetap melakukan sholat malam.
Yang mana di akhir bulan ramadhan inilah saya mendapatkan petunjuk Allah lewat mimpi.
Disholat malam ini, saya bukan hanya melakukan sholat tahajud, sholat hajat. Tetapi saya juga melakukan sholat tasbih. Sholat-sholat tersebut saya lakukan sesuai niat saya dan waktu yang tersedia. Kadang selang seling antara sholat tahajud di suatu hari sedang hari berikutnya saya sholat tasbih atau sholat hajat.
Apakah semudah itu saya sembuh?
Sungguh, kenyataan kesembuhan saya ini tentunya melalui pengalaman spiritual yang sebelumnya belum pernah saya alami.
lebih jelasnya akan saya sampaikan di bawah ini :
1. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 11, diwaktu saya akan membaca niat sholat Tahajud. Di sebelah kanan agak belakang, saya merasakan kehadiran orang yang sedang menggelar sajadah. Tentunya bulu kuduk saya berdiri, ketakutan.
Mulut saya yang berdzikir kepada-Nya membuat saya mampu menahan diri untuk tetap berdiri tegak. Walau saya tidak berani menoleh ke belakang.
Disaat sebelah kiri saya rasakan juga kehadiran sosok gaib yang tidak saya tahu datangnya. hati saya semakin mantap untuk menjalankan sholat tersebut. Seperdetik kemudian, saya membaca niat sholat tahajud.
Entah mengapa sholat saya saat itu semakin menentramkan hati. Rasa sakit perlahan-lahan hilang.
Disaat itu saya berpikir dan berucap syukur bahwa sholat saya itu telah dihadiri sosok yang tidak saya ketahui yang saya yakin bahwa beliau pastilah utusan Allah.
2. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 21, disaat saya bangun dari rebahan di ruang tamu, sekitar pukul 2 pagi. Disaat saya baru melangkah sekitar lima-enam langkah dari tempat rebahan saya di tikar. Saya dikagetkan suara perempuan yang sangat bening dan anehnya sangat dekat sekali ditelinga saya.
perempuan tersebut berkata : "Yaa Allah". Sangat halus dan sangat merdu.
Spontan saya menghentikan langkah lalu menoleh kearah suara, dimana saya yakini datangnya suara perempuan tersebut dari tikar dimana saya tadi rebahan.
Saya sempat penasaran, saya langsung melangkah ke arah kamar tidur dimana saya lihat istri saya tidur pulas dengan dengkurnya yang teratur. Saya yakin istri saya tidak mungkin mengucap seperti itu. Sedang jarak kamar tidur dengan ruang tamu agak jauh dengan posisi kamar tidur tertutup.
Saya balik lagi ke tempat dimana saya berhenti sambil memandang ke tikar.
Tapi anehnya saya tidak punya rasa takut seperti di hari yang ke 11.
saya semakin mantap dan merasakan ada perubahan dalam tubuh saya.
Secara nalar, saya selama 21 malam selalu mandi malam, anehnya saya bukan semakin lemah fisik ataupun masuk angin. Ini justru sebaliknya.
Mengapa habis mandi malam, saya tidak langsung mengambil wudhu untuk sholat?
Karena saya ini punya kelemahan, dimana setiap habis kencing masih suka menetes beberapa kali. Disalah satu permohonan saya, meminta kepada Allah agar saya dipermudah dalam ibadah kepada-Nya tanpa mengeluh akan rasa ragu atas air kencing saya yg suka menetes sehabis kencing.
Untuk langsung pakai celana dalam tidak mungkin, pastilah air kencing saya walau sedikit akan mengotorinya. Saya lakukan beberapa kali bolak balik kekamar mandi untuk meniris kencing. Setelah yakin tidak akan menetes, barulah saya bangun dari rebahan di tikar di ruang tamu untuk mengambil wudhu.
3. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 33, disaat saya sedang melakukan dzikir. Saya merasa perlahan-lahan ruh saya lepas dari badan wadak saya.
Sebagai mantan pemeluk agama Budha, meditasi atau yoga adalah salah satu cara pemusatan pikiran atau di islam kusyuk untuk dapatnya berkomunikasi dengan Allah.
Menurut almarhum bapak saya, dalam meditasi atau yoga tingkat tinggi, bukan saja tubuh manusia bisa lepas dari gravitasi bumi dengan posisi tubuh melayang. Meditasi juga dapat melepas ruh kita melayang. Tanpa bimbingan, maka kita bisa tersesat dan tidak bisa pulang ke tubuh kita. Resikonya orang yang meditasi atau yoga tingkat tinggi tersebut bisa gila.
Kejadian saya waktu itu adalah ruh saya yang sempat terbang perlahan-lahan lepas dari tubuh saya.
Saya baru sadar disaat jemari-jemari saya yang sedang memegang tasbih dalam dzikir, tidak lagi saya rasakan.
Kebiasaan saya setiap saya dzikir, posisi mata saya selalu terpejam, tapi anehnya mengapa saya bisa melihat tubuh saya sendiri. Seperti saya melihat tubuh saya di cermin.
Saya sempat ketakutan : saya tidak lagi bisa merasakan jari-jari saya yang tetap bergerak menggerakan tasbih dengan mulut tetap dzikir. Anehnya lagi saya sangat mendengar bahwa mulut saya tetap berdzikir. Dzikir saya itu semakin bergema ditelinga tapi saya tidak bisa menghentikan dzikir saya ini.
Subhanallah, sungguh kejadian ini membuat saya waktu itu masih sempat berpikir resikonya apabila saya tidak bisa pulang ke tubuh saya. Semakin saya menolak untuk berhenti berdzikir, justru saya semakin melayang tinggi.
Terkadang saya bisa melihat tubuh saya dari depan, dari samping, belakang dan dari atas.
Saya rasa sudah kehendak-Nyalah, ruh saya bisa kembali ketubuh.
Dua hari setelah kejadian itu adalah waktu saya cek laborat. saya disuruh puasa sedang saya sudah puasa, maka pemeriksaannya lebih cepat.
Berobat saya ini saya lakukan di rumah sakit Honoris, moderland- tangerang, yang ditangani dokter penyakit dalam.
Nama dokternya saya lupa.
Yang jelas selama saya sakit ini, saya tidak sampai di opname, itu sudah tanda syukur bagi saya yang tidak punya pekerjaan tetap.
Biaya pengobatan ini ditanggung oleh saudara istri saya.
InsyaAllah besuk pagi saya lanjutkan tentang mimpi bertemu malaikat jibril dan malaikat mikail.
Saya harap cerita pengalaman saya ini semakin mempertebal Iman islam kita semua.
Tng, 14 April 2009
Em Ponco wae

Tidak ada komentar:
Posting Komentar