19 November 2009

HANYA ALLAH SOLUSINYA

HANYA ALLAH SOLUSINYA

Bismillahirohmannirohim

Allah menciptakan makhluk-Nya pastilah sesuai denga apa yang dikehendaki-Nya. Kesempurnaan, kebenaran hanya milik Allah subhanallahu wata'ala.
Alam semesta adalah salah satu rahasia-Nya. Selama Allah tidak membuka salah satu pintu rahasia alam semesta, aku yakin peradaban manusia tidak terbentuk. Maka pantaslah kita selalu mensyukuri nikmat-Nya.

Kadang manusia lebih mementingkan diri sendiri, bahkan cenderung berpikir bahwa apa yang dilakukan dan apa yang membuatnya berhasil dalam menghadapi kerasnya hidup ini "Hanya" jerih payahnya.
Sungguh disayangkan apabila kita berpikir seperti itu.
Sebenarnya segala perbuatan yang kita lakukan ada sangkut pautnya dengan Allah Subhanahu wata'ala, selama kita berpikir bahwa apa yang kita lakukan optimal "Hanya" kita kerjakan sendiri!... siap-siaplah kita terjerumus dalam "percaya diri yang kebablasan" yang akhirnya akan menutup pintu hati kita dari ridho-Nya.
Percayalah sobat!, di atas langit masih ada langit... maka janganlah kita congkak sombong yang akan menjerumuskan kita pada jurang ego yang terlalu dalam. Dimana ego itu sendiri yang pantas menyandang hanya Allah semata.

Apabila kita mau merendahkan diri, merendahkan hati serta mau membuka nalar kita sejenak, bahwa nikmat Allah tiada terukur dalam kelipatan nalar kita.
Contohnya ; apakah sobat pernah menyadari bahwa kulit kita disaat disentuh, telinga kita saat mendengar, hidung kita saat mencium, kaki kita saat melangkah, mata kita saat memandang adalah nikmat Allah yang tidak mampu kita balas dengan bongkahan intan berlian. Sedang intan berlian itu sendiri milik Allah ta'ala.

Nikmat yang sering aku syukuri adalah disaat aku terjaga kembali dari lelap tidur... Subhanallah walhamdulillah wala'ilahailallahu Allahu Akhbar.
Dengan mensyukuri nikmat ini saja kita hanya terkesima... wooow!... bukan main luasnya nikmat Allah yang diberikan pada kita. Maka sungguh sangat disayangkan apabila kita yang merasa sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna dibanding makhluk Allah lainnya tidak pandai mensyukuri nikmat dan karunia-Nya.

Di bulan Ramadhan yang mulia ini masih banyak perilaku-perilaku kita yang sebenarnya tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Walau begitu apakah Allah akan semena-mena menghukum kita secara masal?... kurasa tidak sobat!
Tentulah Allah sangat bijaksana.
Tentulah Allah akan menegur orang tersebut sesuai kuasa-Nya.
Apabila Allah menghendaki orang tersebut ke jalan ridho-Nya, tentulah bukanlah sesuatu mustahil bagi Allah.
Kuasa Allah adalah rahasia umat manusia. Maka kita yang termasuk makhluk ciptaan-Nya jangan langsung mengecap seseorang dengan sebutan "tidak beriman"
Siapa tahu, dibalik cobaan-cobaan yang selama ini dirasakan dan harus dialami dapatnya membuka hatinya untuk segera menerima hidayah-Nya.

Sebegitu derita sebegitu cobaan hidup memang harus kita terima, tapi apakah semua manusia sanggup mengakui bahwa segala cobaan ini memang harus dilalui?
Sungguh sobat!... tidak semua manusia sanggup mengakui cobaan hidup ini adalah nikmat-Nya.
Hanya orang-orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah serta bertaqwakal kepada-Nya yang dapat menerima keadaan seperti ini sebagai ujian hidup menuju kehidupan yang abadi.

Sobat-sobatku yang terhormat.
Tulisanku ini sekedar perenungan yang aku sampaikan pagi ini kepada kakak iparku yang bernama Surati. Yang sejak hari kamis tanggal 20 Agustus 2009 jam 9 pagi opname di Mayapada Hospital, moderland, cikokol-Tangerang. Beliau divonis dokter Varises Hati dan TBC kelenjar. Dimana banyak jaringan hati/lever yang pecah sehingga pendarahan.
Sebagai adik ipar serta saudara muslim, maka aku perlu memberi semacam bimbingan spiritual dalam menghadapi cobaan ini agar jadinya di dalam hatinya yang paling dalam, bahwa cobaan ini menjadi nikmat-Nya yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah ta'ala secara ikhlas.

Menolong orang sakit adalah perbuatan yang baik, selama didalam hati kita ikhlas melakukan dan tidak berharap lebih ke sesama manusia apalagi berharap pahala ke Allah ta'ala. Biarlah apa yang kita lakukan ini menjadi kegiatan yang tidak istimewa bagi kita dan tidak perlu dicatat bahwa ini perbuatan yang perlu imbalan. Sehingga, apabila kita selalu berpikir positif, niscaya apa yang kita lakukan bermanfaat bagi yang sakit dan kita sendiri pastilah dijauhakan dari segala penyakit.

Menjaga orang sakit yang opname beberapa hari hingga berbulan-bulan, sudah menjadi makananku di dalam keluarga besar ini. Tapi aku selalu punya tujuan ke depannya bahwa siapapun orang yang sempat aku urus akan semakin dekat dengan Allah subhanallahu wata'ala.

Apakah aku tidak pernah BT?
Sungguh sobat!, tidak ada manusia yang merasa nyaman dalam mengurus orang sakit.
Diperlukan kesabaran dan diperlukan pula waktu luang yang sebenarnya telah merenggut hak kebebasan kita.
Tentulah rasa jenuh, capek, kesel, BT pernah hadir di hatiku, tapi tidak membuat aku melupakan niat awalku.

Semoga niatku yang bersamaan dengan memasuki bulan ramadhan ini diberikan kemudahan agar dapatnya kakak iparku segera dikembalikan kesehatannya seperti semula. Dapat berkumpul kembali dengan putri semata wayangnya yang bernama Ayudya. Dan dapat berkumpul dengan kami dalam suasana kekeluargaan yang harmonis.

Kurasa cukup disini tulisanku, kalau tetap aku lanjutkan menulis aku takut penyakit pecicilanku kambuh lagi wakakakkkkkkk
Aku akhiri tulisan ini dengan menyebut Hamdallah : "Alhamdulillah"

...
Mayapada Hospital, 24 agustus 2009-08:45
Ponco Wae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar