19 November 2009

SAUR ISENG

SAUR ISENG

jalan panjang terang lengang jam dua kelewat malam
ujung komplek jalan tembus warung tegal cari saur menyambut imzak nanti
sebungkus nasi berlauk kuah ayam berpauk ikan tongkol habis dipanasi, aku ajak berlari
dikejar bayang...
ternyata takut bukan bualan

setengah jam kemudian sampailah aku di ruang rawat
pasien sedang sekarat tidur terlelap
bungkusan kubuka kedinginan...
aduh sobat!
nasi dan lauk pauk sedang beradu mulut
aku bilang padanya ; sabar-sabar orang sabar disayang Tuhan

; glek!.. glek!.. glek
air teh manis hangat-hangat taitokek kutelan
di akhir suapan ucapkan hamdallah ; Alhamdulillah

imzak akhirnya datang
kuterlentang kekenyangan

saat dengkur berubah wujud jadi suster cantik yang pipinya berlesung pipit
menyapaku dengan lembut
; pak!.. pak! bangun ya? hari sudah siang, waktunya pasien di waslap

kapan giliran saya sus?

; giliran bapak nanti ya?... bukan di waslap tapi mandi jenasah. mau pak?

he he

...
Ponco Wae
mayapada hospital, 26 agustus 2009-22;14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar