23 Januari 2009

ANEMU ATI WELAS ASIH

semangkok wedang ronde masih hangat terpanggang di jeruji jemari lentikmu
kebul kebul uap pertanda penghangat raga dihidangkan,
dari balik gorden kusam abu abu hitam hitam kumal
kumal hitam kumal,
nongol kecubung biru pemikat nikmat penggugah selera jakun durjana
sibakan kemben melantun dalam langkah :
kun...
kun...
iyik

kun...
kun kun kun
iyik
iyik

lelapkan
sirnakan
bersendawa gurauan halilintar : aum aum aum man (baca : men)

dalam jabang bayi diayunan popok simbok
dendang gending pangkur jenggleng bertiti hentakan kaki lentik dara wedana
hingga dara wedana dalam pasungan.
tetap saja...
gending sinom patet parijotho
trus kumambang
ambedah awang awang
anemu ati welas asih

trah yang tergaris oleh silsilah
membuka jalan tuk perbaiki akal dan budi

kuharap selalu begitu

pergantian pancaroba dimaknai dalam kebaikan.

...
Ponco
Jkt, 03 Januari 2008-13.28

1 komentar:

  1. komentar yang aku pilih dari sobat DaveSky :

    Ini lebih ke arah mantra atau bahkan lebih ke arah teromba (meskipun pada dasarnya teromba berasal dari Minang) menurutku, ya mantra untuk membuat welas asih, memperbaiki budi pekerti akal pikiran...

    Sebentar, ada kata "kun" disana, jika firasatku tak salah, penyair disini mencoba mengatakan "jadikan yang buruk musnah", "jadikan yang baik lahir"...

    Kutak kutik lagi, ya semacam pengharapan, bahwa hendaknya manusia itu selalu welas asih pada sesama, karena telah digariskan dari Hyang Dzatul Wujudli...

    Salam

    BalasHapus