20 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 9a)


D. SELESAI SHOLAT SUBUH DI BULAN RAMADHAN MELIHAT KUCING BERPERILAKU ANEH

Bertemu kembali dengan bulan Ramadhan adalah harapan setiap insan muslim sedunia. Itu juga yang sangat saya harapkan bisa bertemu kembali bulan ramadhan di tahun ini.
Pengalaman di hari hari penuh berkah dari satu orang dengan orang yang lain tentunya pastilah berbeda.
Bukan hanya dalam satu bulan ramadhan yang sama, disetiap tahunnya pengalaman spiritual kita pastilah berbeda.
Kadang tahun kemarin ada kenaikan keimanan kita, sedang beberapa tahun lalu ramadhan dirasa seperti hari hari biasa diluar bulan ramadhan.

Dengan ramadhan, jelaslah tentu ada pengalaman spiritual kita yang istimewa.
Begitu juga dengan pengalaman spiritual saya, di salah satu bulan ramadhan yang pernah saya alami. Saya baru merasakan bulan ramadhan itu penuh berkah tepatnya di tahun 2006.

Ramadhan di tahun 2006 adalah ramadhan yang tidak pernah saya lupakan. Diawali sakit lever, batu ginjal, batu empedu dan maag akut, yang Alhamdulillah meruntuhkan keegoan saya.
(Saya mulai merasa sakit sekitar tahun 2003-2004, sudah saya sampaikan di bab-bab sebelumnya)
Sejak itulah saya semakin mendekatkan diri kepada Sang Hidup yaitu Allah Ta'ala.

Bulan ramadhan 2006 ini seakan saya harus mengulang pelajaran yang pernah saya pelajari atau semacam evaluasi segala apa yang pernah saya terima dalam hidup ini sebagai seorang muslim.
Dengan dukungan lingkungan yang islami inilah saya dari tahun ke tahun semakin senang duduk berlama lama di masjid dari pada di bawah pohon jambu hanya untuk ngobrol ngalor ngidul dengan bermain catur atau gaple dan karambol.
Bukan berarti saya membenci permainan itu, tapi saat itu saya lebih memusatkan hati dan pikiran saya ke pekerjaan dan ibadah.

Sejak sembuh, saya semakin banyak belajar dan mendalami kandungan Al-Qur'an dengan cara salah satunya yaitu setiap habis sholat maghrib saya lebih senang nongkrong di masjid untuk menimba ilmu dengan para ustad di masjid tersebut dalam suasana santai.
Kami ngobrol di halaman masjid, bersandarkan pagar masjid. sedang pedagang gorengan yang jadi langganan tinggal menaruh dagangannya di depan kami. Yang jelas sudah ada orang yang berniat membayar.
Bagaimana tidak enak menimba ilmunya? huahahaha
Saat Adzan Isya dikumandangkan, kami semua bubar untuk membetulkan wudhu. Dan tentunya dilanjutkan sholat isya berjama'ah.

Menjelang ramadhan 2006 Alhamdulillah saya semakin diberi kemudahaan Allah untuk semakin mengkaji kedalaman Al-Qur'an. Walau semula saya belajar sendiri di rumah, yang akhirnya saya belajar keluar dengan sering menghadiri pengajian di lingkungan RT dan RW kami.

Memasuki bulan ramadhan adalah tempat saya berlatih diri semakin serius.
Kebiasaan sehabis sholat maghrib tetap menetap di masjid hingga sholat isya tetap saya lakukan. Dibulan ramadhan ini justru saya lanjutkan hingga selesai sholat tarawih barulah saya pulang ke rumah, untuk makan malam.

Bagi tetangga saya yang sudah lancar baca Al-Qur'an tentunya di bulan ramadhan meniatkan mengkatamkan membaca Al-Qur'an. Tapi kalau saya tentunya tidak berniat seperti itu. Apa yang akan saya lakukan selama bulan ramadhan itu ya sesuai kemampuan saya.

Kalau saya mulai jenuh membaca Al-Qur'an dikarenakan membacanya kurang lancar, maka saya alihkan untuk memasuki Al-Qur'an dengan terjemahannya dan tafsir serta mendalami hadist Nabi SAW serta menelusuri sejarah berkembangnya agama Islam.
Barulah saya perlahan lahan mampu memasuki Al-Qur'an, tentunya pasti kehendak-Nya.

Pengalaman hari demi hari di bulan ramadhan tahun itu benar benar membuat saya terpesona,
Tapi ini saya garis bawahi : setelah pengalaman ini saya kenang seperti ini.
Padahal disaat saya alami perjalanan spiritual ini, saya rasakan seperti seorang muslim yang berkewajiban belajar Al-Qur'an. Itu saja.

Sepulang tarawih barulah saya makan malam. Tentunya saya lanjutkan membaca Al-Qur'an sebisa saya. Terkadang saya kembali mencari ayat-ayat yang disebutkan di kotbah tarawih, untuk saya pelajari lebih dalam lagi. Terus ayat-ayat tersebut saya salin di buku catatan harian saya.

Jam 2 malam saya bangun dari tidur lalu mandi malam, guna melaksanakan sholat malam.
Setelah saur, saya langsung berangkat ke masjid.
Selama bulan ramadhan 2006 ini saya tidak sebulan penuh di rumah, tapi kegiatan saya ini tidak berhenti walau saya sekeluarga menginap di rumah keluarga.
Jam 2 malam saya pasti mandi malam lalu sholat malam tidak saya tinggalkan.

*) Kapan saya bertemu malaikat jibril dan mikail dalam mimpi?

Kejadiannya dimulai dengan adanya perlambang dua kali subuh sebelumnya.

Selama saya memasuki ramadhan, saya sering membaca do'a sesudah fajar dan menjelang maghrib. Dimana do'a itu akan melindungi kita dari setan.
Saya yakin bahwa mimpi saya ini adalah petunjuk Allah, dikarenakan dalam hidup saya sehari hari saya orangnya jarang bermimpi.

Setiap mimpi yang membuat saya langsung terjaga dari tidur dan paginya teringat adalah mimpi mimpi yang mengandung petunjuk. Baik itu petunjuk tentang musibah maupun kebaikan.
Mimpi tentang musibah yang sampai sekarang saya ingat adalah perlambang adik saya yang nomor 3 meninggal dunia jatuh dari metro mini.
Kerna mimpi mimpi ini terjadinya selalu lewat jam dua malam dan sebelum jam setengah empat pagi.
Biasanya sehabis mimpi seperti ini, timbul rasa masgul dan was-was.
Tapi anehnya, sehabis saya bermimpi yang akan saya ceritakan dibawah ini, saya justru tenang dan ikhlas.

*) Tanda-tanda apa sebelum datangnya mimpi ini?

Dua hari sebelum malam takbiran, waktu itu saya selesai melakukan sholat subuh di masjid al-ikhlas cipondoh, saya menemukan kucing berwarna putih, posisi duduk di dalam masjid. (dari pintu keluar sekitar empat meter jaraknya)
Yang membuat saya bingung adalah kucing itu seakan menghitung setiap orang yang keluar dari ruang masjid.
Semula saya hanya melihat sepintas, tapi setelah melihat keanehannya, maka saya perhatikan gerak geriknya. Dan anehnya lagi tidak ada satupun orang yang melihat keberadaan kucing itu.
Itu bisa saya buktikan dengan setiap orang yang berjalan di depannya sepertinya tidak melihat keberadaan kucing itu.
Saya sempat menghentikan langkah. Tapi anehnya timbul rasa takut di hati saya, saat kucing tersebut sempat memandang saya sejenak, lalu kembali menghitung atau melihat orang keluar masjid.
Di saat kucing melihat saya lagi yang ke dua kali, saya semakin takut.
Tanpa menoleh kebelakang lagi, saya langsung cabut keluar ruang masjid tanpa berani menoleh ke belakang atau ke arah kucing tersebut.
Padahal saya sama kucing dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah ada rasa takut.
Kejadian ini saya lupakan begitu saja tanpa cerita kesiapapun. Kerna saya memang sempat lupa dengan kejadian tersebut.

Ternyata kejadian ini tidak terjadi hanya sekali itu saja.

Disaat saya akan keluar dari pintu masjid selesai sholat subuh di hari berikutnya. Menjelang malam takbiran, saya kembali dikejutkan dengan keberadaan kucing putih tersebut. Tapi kucing puting ini tidak sendirian. Kucing putih ini ditemani kucing putih yang lain.
(sebenarnya warna ke dua kucing ini tidak mutlak berwarna putih. Warna dominannya memang putih tapi motifnya saya lupa)

Kedua kucing tersebut duduk diluar pintu masjid. Kedua kucing tersebut seakan menghitung atau melihat setiap orang keluar masjid. Kejadian ini mirip sekali dengan kejadian satu hari sebelumnya.
Saya sempat berdiri lama tepat di depan pintu. Ada beberapa orang jemaah mendahului saya untuk keluar ruang masjid. Dan anehnya lagi. Setiap orang yang melewati saya dan melewati kucing tersebut tidak ada yang melihat keberadaan kucing tersebut.

Kembali lagi terjadilah beradu pandang antara saya dengan kucing putih yang kemarin bertemu saya.
Pertama dia hanya melihat sepintas saja, lalu ganti kucing yang satunya melihat saya lama lama. Tidak begitu lama ke dua kucing tersebut memandang saya lama lama, membuat saya yang semula perlahan lahan keluar pintu, akhirnya membuat saya ketakutan. Dan memaksa saya meninggalkan masjid tanpa menoleh lagi.

Di hari ke tiga sampai bertemu lebaran hari pertama saya tidak lagi menemukan kucing tersebut, di setiap subuh.
Ternyata hingga hari ini saya tidak pernah melihat dua kucing putih tersebut berkeliaran di masjid kalau saya sempat sholat di masjid tersebut.

lha kapan mau cerita tentang mimpi si jibril dan mikail?
huahahahahaha
berhubung sebentar lagi maghrib, mau tidak mau aku harus
menghentikan kisahku ini.
Insyaallah besuk pagi saya kembali melanjutkannya
sabar ya sobat!

trims
Tng, 20 April 2009

12 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (Bagian 9)


Bab 9 : MIMPI BERTEMU MALAIKAT JIBRIL DAN MIKAIL

Semua orang pasti pernah mengalami mimpi. Mimpi kata orang adalah bunganya orang tidur.
Menurut orang jawa, waktu mimpi itu sendiri bisa dibagi tiga. Yaitu Titi yoni terjadi antara jam 8 malam sampai 11 malam. Gondo yoni jam 11 sampai jam 2 pagi. Sedang Puspo Tajem terjadi antara jam 2 pagi sampai setengah 4 pagi.
Titi yoni artinya memimpikan sesuatu yang pernah terjadi dalam kenyataan di masa lalu.
Gondo yoni artinya memimpikan sesuatu yang terjadi dipagi hingga menjelang tidur, bisa dibilang mimpi itu terbawa peristiwa siang harinya.
Puspo Tajem artinya bahwa mimpi ini terjadi bukan seperti kedua mimpi itu, tapi kerna petunjuk Allah ta'ala.

Awal dari bab ini saya belum menceritakan tentang mimpi. Saya akan menceritakan cara saya mendekatkan diri kepada Allah secara badaniah maupun batiniah.


A. MERASAKAN SENANG DISAAT SHOLAT

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat ditanya orang tentang cara sholat saya yang dirasakan oleh yang bertanya tersebut terlalu panjang.
Pertanyaan ini tidak terjadi hanya sekali. Sampai sampai kakak ipar saya sendiri yang bernama Suradi, merasa heran.
Disetiap sholat wajib maupun sholat sunat, saya selalu memakan waktu lebih dari setengah jam. Apalagi kalau saya melakukan sholat malam, saya bisa menghabiskan waktu lebih dari dua jam. Walau pagi harinya saya tetap beraktifitas seperti biasa.

Waktu saya ditanya pertama kali oleh jema'ah masjid Al-Ikhlas yang terletak dekat rumah kami di perumahan dasana indah, saya sempat kaget dan bingung.
Pikir saya waktu itu, "mengapa orang ini begitu memperhatikan cara sholat saya?... Apakah ada yang salah dalam saya beribadah?"
Setelah mengambil nafas panjang, saya bilang, " Mengapa sholat saya panjang?.... kerna saya merasakan senang saja"

Memang sepintas bagi orang awam atau orang yang belum merasakan kekusyukan dalam sholat pasti bingung dengan jawaban saya ini.
Rasa puas ini tidak seperti kita waktu haus saat melakukan puasa atau haus karna kecapekan kerja, lalu kita minum air.
Puas dan nikmatnya sholat ini merasuk keseluruh sendi sendi dan menyatu dengan udara, menyatu dengan alam. Memang susah untuk digambarkan secara tulisan. Hanya batin yang bisa merasakan.

B. CARA SAYA MEMPELAJARI AL-QUR'AN DAN KANDUNGANNYA

Di awal tulisan ini saya pernah bilang, bahwa sebelum saya yakin dengan apa yang akan saya praktekan ataupun yang akan saya jalankan dari suatu ilmu, pastilah saya mempelajari terlebih dahulu ilmunya. baik itu ilmu dunia maupun ilmu agama.
Sifat saya ini yang tidak mau asal menerima begitu saja, sering ditafsirkan orang sebagai si peragu. Bagi saya itu terserah pendapat orang.

Sebelum saya mempelajari Al-Qur'an, saya lebih tertarik dengan sejarah islam. Seperti kehidupan Rasulullah SAW dan perkembangan islam di belahan bumi lainnya serta Hadist Rasulullah SAW. Ini sangat memotivasi saya semakin giat mempelajari Al-Qur'an.

Semula saya mempelajari Al-Qur'an melalui terjemahan dan latinnya. Semakin hari bertambah bulan, saya mempelajari Al-Qur'an dengan tafsirnya.
Saya memang pernah belajar baca Al-Qur'an yang gratisan hehehe. Maksud saya belajar ke tetangga saya, dia seorang usztad muda. Beliau namanya Usztad Zaenudin. Namanya saja gratisan ya belajarnya tidak ditempat yang semestinya. Kadang di bawah pohon jambu.
Berhubung lidah saya yang biasa berdialek jawa membuat cara saya mengucapkan huruf hijaiyah selalu di protes dan disuruh mengulang-ulang. Malulah saya yang diketawain Bapak-bapak yang ada di situ. Lain hari saya tidak mau belajar lagi ha ha ha ha
Masak orang tua di ketawain, malulah aku.

Alhamdulillah, Ada saja cara Allah mewajibkan umatnya seperti saya ini mendalami Al-Qur-an.
Dalam waktu tiga hari saya tekun mempelajari Al-Qur'an lewat CD. Allah memudahkan saya untuk mengenal huruf hijaiyah dan akhirnya Alhamdulillah, saya kini walau masih terbata-bata membaca Al-Qur'an, saya mulai membaca Al-Qur'an. Saya tetap mensyukuri nikmat-Nya.

Mulailah saya melalang ke keluasan karunia Allah melalui membaca Al-Qur'an dan mendalami artinya. Perlahan-lahan saya mulai mengerti, setiap do'a yang sering saya dengar di setiap sholat jum'at maupun sholat wajib berjama'ah dipetik dari ayat-ayat Al-Qur'an.
Sebelum saya mempelajari sedalam ini, saya pikir do'a-do'a disetiap sholat itu diambil dari Hadist Nabi SAW.

Mulailah saya mendengarkan dengan seksama, setiap ada Kotbah sholat jum'at, sholat wajib berjama'ah dan sholat tarawih. Sampai dirumah, saya tidak langsung makan atau melakukan aktifitas lain. Tetapi saya langsung mengambil Al-Qur'an yang ada terjemahannya. langsung mencari ayat-ayat yang disebutkan usztad dalam kotbahnya.

Pernah disuatu hari di kotbah Tarawih ada kejadian dimana saya berpikir untuk menegur usztad. Tentunya menegur beliau, jelas saya lakukan dilain hari dengan memposisikan sebagai sahabat. Alhamdulillah, Pak usztad tersebut menerima teguran saya dengan senang hati.

Usztad tersebut disaat menyebutkan ayat ternyata setelah saya pelajari di rumah, ayat tersebut tidak sesuai dengan nomor ayatnya.
Misalnya dia menyebut ayat ini diambil dari Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat ke satu, ternyata ayat tersebut di nomor 11.
Menurut saya ini sangat fatal apabila ada jema'ah yang asal menerima tanpa mempelajari lagi.
Menurut saya bisa menimbulkan kesesatan. Walau itu terjadi hanya satu ayat, kemungkinan dilain hari akan terjadi kesalahan fatal yang lain.
Kejadian ini hanya sekali terjadi. Kuharap tidak ada lagi kesalahan seperti ini terulang kembali.

Bagi saya Pribadi, dengan kejadian ini, saya semakin serius dalam belajar dan memahami kandungan Al-Qur'an. tentu saja sesuai kemampuan saya.

C. DINYATAKAN DOKTER, SAYA SAKIT LEVER, BATU EMPEDU, BATU GINJAL DAN MAAG AKUT

Di bab-bab pertengahan, saya bilang bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat yang nyata yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kesehatan jasmani maupun rohani kita.
Ini sungguh saya alami sendiri, dimana saya dinyatakan sakit lever, batu empedu, batu ginjal dan maag akut.

Apa yang saya lakukan mendengar vonis ini?

Entah apa batin saya berbisik agar saya melakukan puasa 40 hari dan menjalankan sholat malam.
Tanpa minta pendapat seorang usztad maupun orang yang tahu tentang aturan berpuasa secara islam yang benar. Dalam keadaan sakit, saya niatkan menjalankan puasa 40 hari dan sholat malam.

Setiap malam selama saya sakit itu, jam 2 malam saya pasti mandi lalu mulai menjalankan sholat malam. Menjelang subuh, saya berangkat ke masjid Al-Ikhlas.
Kadang antara saya dan marbud masjid, duluan saya yang membuka pintu pagar dan pintu masjid.

Subhanallah, Kuasa Allah memang meliputi alam semesta dan seisinya. belum genap saya berpuasa 40 hari, saya sudah dinyatakan sembuh dari segala penyakit. Ini dibuktikan dari hasil laborat yang berupa rongen dan scene.
Sebagai rasa syukur, saya tetap menjalankan puasa itu sampai genap 40 hari. Sedang sholat malam, tetap saya jalani hampir 8 bulan lamanya berturut-turut tanpa alpa. Sampai saya bertemu bulan Ramadhan yang penuh berkah , saya tetap melakukan sholat malam.
Yang mana di akhir bulan ramadhan inilah saya mendapatkan petunjuk Allah lewat mimpi.

Disholat malam ini, saya bukan hanya melakukan sholat tahajud, sholat hajat. Tetapi saya juga melakukan sholat tasbih. Sholat-sholat tersebut saya lakukan sesuai niat saya dan waktu yang tersedia. Kadang selang seling antara sholat tahajud di suatu hari sedang hari berikutnya saya sholat tasbih atau sholat hajat.

Apakah semudah itu saya sembuh?

Sungguh, kenyataan kesembuhan saya ini tentunya melalui pengalaman spiritual yang sebelumnya belum pernah saya alami.
lebih jelasnya akan saya sampaikan di bawah ini :

1. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 11, diwaktu saya akan membaca niat sholat Tahajud. Di sebelah kanan agak belakang, saya merasakan kehadiran orang yang sedang menggelar sajadah. Tentunya bulu kuduk saya berdiri, ketakutan.
Mulut saya yang berdzikir kepada-Nya membuat saya mampu menahan diri untuk tetap berdiri tegak. Walau saya tidak berani menoleh ke belakang.
Disaat sebelah kiri saya rasakan juga kehadiran sosok gaib yang tidak saya tahu datangnya. hati saya semakin mantap untuk menjalankan sholat tersebut. Seperdetik kemudian, saya membaca niat sholat tahajud.
Entah mengapa sholat saya saat itu semakin menentramkan hati. Rasa sakit perlahan-lahan hilang.
Disaat itu saya berpikir dan berucap syukur bahwa sholat saya itu telah dihadiri sosok yang tidak saya ketahui yang saya yakin bahwa beliau pastilah utusan Allah.

2. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 21, disaat saya bangun dari rebahan di ruang tamu, sekitar pukul 2 pagi. Disaat saya baru melangkah sekitar lima-enam langkah dari tempat rebahan saya di tikar. Saya dikagetkan suara perempuan yang sangat bening dan anehnya sangat dekat sekali ditelinga saya.
perempuan tersebut berkata : "Yaa Allah". Sangat halus dan sangat merdu.
Spontan saya menghentikan langkah lalu menoleh kearah suara, dimana saya yakini datangnya suara perempuan tersebut dari tikar dimana saya tadi rebahan.
Saya sempat penasaran, saya langsung melangkah ke arah kamar tidur dimana saya lihat istri saya tidur pulas dengan dengkurnya yang teratur. Saya yakin istri saya tidak mungkin mengucap seperti itu. Sedang jarak kamar tidur dengan ruang tamu agak jauh dengan posisi kamar tidur tertutup.
Saya balik lagi ke tempat dimana saya berhenti sambil memandang ke tikar.
Tapi anehnya saya tidak punya rasa takut seperti di hari yang ke 11.
saya semakin mantap dan merasakan ada perubahan dalam tubuh saya.
Secara nalar, saya selama 21 malam selalu mandi malam, anehnya saya bukan semakin lemah fisik ataupun masuk angin. Ini justru sebaliknya.

Mengapa habis mandi malam, saya tidak langsung mengambil wudhu untuk sholat?

Karena saya ini punya kelemahan, dimana setiap habis kencing masih suka menetes beberapa kali. Disalah satu permohonan saya, meminta kepada Allah agar saya dipermudah dalam ibadah kepada-Nya tanpa mengeluh akan rasa ragu atas air kencing saya yg suka menetes sehabis kencing.
Untuk langsung pakai celana dalam tidak mungkin, pastilah air kencing saya walau sedikit akan mengotorinya. Saya lakukan beberapa kali bolak balik kekamar mandi untuk meniris kencing. Setelah yakin tidak akan menetes, barulah saya bangun dari rebahan di tikar di ruang tamu untuk mengambil wudhu.

3. Waktu saya memasuki puasa dan sholat malam di hari ke 33, disaat saya sedang melakukan dzikir. Saya merasa perlahan-lahan ruh saya lepas dari badan wadak saya.
Sebagai mantan pemeluk agama Budha, meditasi atau yoga adalah salah satu cara pemusatan pikiran atau di islam kusyuk untuk dapatnya berkomunikasi dengan Allah.
Menurut almarhum bapak saya, dalam meditasi atau yoga tingkat tinggi, bukan saja tubuh manusia bisa lepas dari gravitasi bumi dengan posisi tubuh melayang. Meditasi juga dapat melepas ruh kita melayang. Tanpa bimbingan, maka kita bisa tersesat dan tidak bisa pulang ke tubuh kita. Resikonya orang yang meditasi atau yoga tingkat tinggi tersebut bisa gila.

Kejadian saya waktu itu adalah ruh saya yang sempat terbang perlahan-lahan lepas dari tubuh saya.
Saya baru sadar disaat jemari-jemari saya yang sedang memegang tasbih dalam dzikir, tidak lagi saya rasakan.
Kebiasaan saya setiap saya dzikir, posisi mata saya selalu terpejam, tapi anehnya mengapa saya bisa melihat tubuh saya sendiri. Seperti saya melihat tubuh saya di cermin.
Saya sempat ketakutan : saya tidak lagi bisa merasakan jari-jari saya yang tetap bergerak menggerakan tasbih dengan mulut tetap dzikir. Anehnya lagi saya sangat mendengar bahwa mulut saya tetap berdzikir. Dzikir saya itu semakin bergema ditelinga tapi saya tidak bisa menghentikan dzikir saya ini.

Subhanallah, sungguh kejadian ini membuat saya waktu itu masih sempat berpikir resikonya apabila saya tidak bisa pulang ke tubuh saya. Semakin saya menolak untuk berhenti berdzikir, justru saya semakin melayang tinggi.
Terkadang saya bisa melihat tubuh saya dari depan, dari samping, belakang dan dari atas.
Saya rasa sudah kehendak-Nyalah, ruh saya bisa kembali ketubuh.

Dua hari setelah kejadian itu adalah waktu saya cek laborat. saya disuruh puasa sedang saya sudah puasa, maka pemeriksaannya lebih cepat.
Berobat saya ini saya lakukan di rumah sakit Honoris, moderland- tangerang, yang ditangani dokter penyakit dalam.
Nama dokternya saya lupa.

Yang jelas selama saya sakit ini, saya tidak sampai di opname, itu sudah tanda syukur bagi saya yang tidak punya pekerjaan tetap.
Biaya pengobatan ini ditanggung oleh saudara istri saya.


InsyaAllah besuk pagi saya lanjutkan tentang mimpi bertemu malaikat jibril dan malaikat mikail.
Saya harap cerita pengalaman saya ini semakin mempertebal Iman islam kita semua.

Tng, 14 April 2009
Em Ponco wae

09 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (BAGIAN 8)


C : LINGKUNGAN MUSLIM YANG SAYA DAMBAKAN

Kebanyakan orang muslim yang mengetahui bahwa saya seorang mualaf, sering bilang bahwa seorang mualaf dalam menimba keislamannya lebih gigih dibanding seorang muslim asli.
Saya yang ditanya seperti itu, sering merenung sendiri : "Apakah benar dalam keislaman saya ini tidak ada yang saya cari selain keridho'an Allah?"

Astagfirullah, saya hanyalah seorang pencari Allah, pencari ilmu agama, seorang pencari jati diri, pencari kejelasan hidup. Yang sebelumnya saya tidak menemukan penuntun hidup yang tepat.
Setelah saya menemukan agama Islam sebagai pilihan hidup dan mati saya, barulah saya merasakan ketenangan jiwa.

Lingkungan muslim seperti apakah yang saya damba?

Semua orang pasti membutuhkan ketenangan dalam berumahtangga. Semua itu akan terwujud apabila lingkungan itu mendukung keinginan kita.
Lha untuk mewujudkan keinginan itu tentulah kita sendiri harus terlibat menciptakannya.

1. Lingkungan yang asri dan saling menjalin rasa kekeluargaan :
Sejak saya merantau hingga kini, Allah meletakan saya dalam lingkungan yang religius, yang islami.
Sampai-sampai saya punya bapak dan ibu angkat, punya banyak tetangga yang menjadi saudara muslim. Semua itu pasti kehendak-Nya yang selama ini tidak saya sadari.

2. Lingkungan yang saling menghargai perbedaan :
Pelangi dipandang indah kerna perpaduan dari berbagai warna yang berbeda.
Itulah yang selama ini saya rasakan dalam kehidupan.
Tentulah sikap kita harus bisa menjadi panutan orang non muslim.
Contoh nih hehehe : Kalau kita seorang pejabat, ya saya berharap menjadilah pejabat yang bisa menjadi contoh buatnya.
Siapa tahu, disaat seorang non muslim berdialok yang santai, orang tersebut tertarik kita bukan kerna hasil dari obrolannya. tapi lebih tertarik dari kepribadian kita.

3. Lingkungan senandung do'a :
Pengalaman umroh kemarin menjadikan saya begitu mengharap suasana itu terbawa dalam lingkungan kami.
Yang jelas saya mulai dari lingkungan kecil saya dahulu, yaitu keluarga saya.

4. Lingkungan aman dan damai :
setelah tercipta suasana yang tercantum diatas, maka lingkungan yang aman dan damai akan mengikuti/ tercipta sendiri.



D. PANDANGAN SAYA TERHADAP ORANG NON MUSLIM

Yang saya rasakan sekarang adalah bagaimana caranya kita sebagai orang muslim menciptakan suri tauladan dalam pergaulan dan bermasyarakat. Tanpa harus kita menggurui maupun membenci mereka.
Kerna menurut saya, Suri tauladan sudah ada, dimana Rasulullah SAW dalam masa hidupnya terhadap orang non muslim. Maka tinggal kita mempraktekan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Cara ini juga pernah saya sampaikan di pengajian maupun di pembicaraan non formal.
Bahwa letak dari seseorang non muslim tertarik pada agama islam adalah dari cara kita membuat mereka tertarik terhadap agama islam.
Tidaklah perlu propaganda dan membentuk kader garis keras dalam merangkul mereka. (Seperti yang mereka lakukan dalam menjaring umat nasrani)

Ungkapan hati saya ini terakhir kali saya sampaikan waktu saya berada di Taif-Jedah, hendak terbang kembali ke jakarta.
waktu itu saya diwawancarai penyiar radio kerajaan arab saudi dalam program bahasa indonesia.

Sungguh saya berharap ibu dan saudara saudara saya yang masih bertahan dengan keyakinannya dapatnya dibukakan hatinya. Hanya Islamlah agama yang diridho'i Allah ta'ala.

Saya juga akan mempraktekan seperti apa yang dilakukan lingkungan muslim saya dahulu sewaktu saya masih non muslim terhadap orang tua dan saudara saya.
Dengan cara itu, maka Ibu dan saudara saya semua dalam satu keyakinan yang di ridho'i Allah yaitu Islam.


E. CARA SAYA DAHULU BERIBADAH

Hanya satu yang sama dalam beribadah antara Budha dan Islam, yaitu tempat harus bersih. Dalam beribadah tidak boleh memakai alas kaki. Kerna waktu beribadahnya duduk dilantai yang beralaskan tikar atau karpet.

Sedang perbedaannya sungguh mencolok, di bawah ini bisa saya sebutkan :

1. Di depan tempat ibadah diletakan sebuah meja besar yang dinamakan Altar.
Altar adalah semacam meja pemujaan. Menurut mereka Altar itu adalah tempat pemusatan pikiran.

2. diatas altar diletakan beberapa patung, salah satu patung yang paling besar dinamakan Sang Hyang Adi Budha sebagai perlambang Tuhan. sedang patung yang kecil kecil ada yang berupa patung patung dewa. Salah satu patung yang sangat dihormati orang Budha adalah patung Dewi Kwan Im poushat (orang jawa menyebut dewi sri atau dewi padi)

3.Diatas Altar juga diletakan gelas yang berisi air putih.
Air putih tersebut disebut air suci. Air ini diambil dari gentong.
Air ini dimaksudkan sebagai air kehidupan.

4. diatas altar juga diletakan piring kecil yang berisi bunga.
Bunga ini saya tidak tahu maksudnya. sebagai perlambang apa saya lupa.

Bagaimana caranya beribadah/sembahyang?

Disinilah yang sangat mencolok perbedaannya dengan agama Islam.
Sesama agama Budha saja cara bersujudnya saja sudah berbeda.
Negara satu dan lainnya berbeda cara beribadahnya.
Mungkin kalau mereka beribadah bersama seperti kita di masjidil haram, saya rasa cara bersujudnya dan lain lain akan tidak ada kekompakannya.
Ada yang cukup beribadah dengan cara berdiri di depan altar dengan cara anggukan beberapa kali dengan memegang dupa yang ujungnya dibakar.

Untuk menggambarkan ini memang perlu penjelasan yang mendetil.
Saya rasa bagian ini tidak perlu dibahas kerna memakan tempat dan tidak bermanfaat buat kita.

F.PENDAPAT SAYA TENTANG AGAMA BUDHA

Setelah saya menjadi muslim beberapa bulan, saya barulah sadar bahwa apa yang selama ini saya lakukan ternyata perbuatan seorang musrik. Dimana saya dari kecil hingga menjelang dewasa, ternyata saya telah menduakan Allah.

Mengapa saya bilang begitu?

Kerna selain Sang Adi Budha sebagai Tuhan, saya juga menyembah dewi Kwan Im dan beberapa dewa.
Sedang di islam perlambang Dewi kwan Im adalah salah satu sifat Allah. Bukan nama Allah (asmaul Husnah)

Yang anehnya lagi, mengapa Allah bisa digambar maupun dipahat jadi patung?
Sedang Allah jelas tidak bisa kita bayangkan wujudnya dengan mata indra kita.

Selain itu, mengapa saya mengotak-kotak Tuhan dengan memberi persembahan berbeda-beda, antara Sang Budha sebagai Tuhan itu sendiri dengan dewi Kwan Im dan dewa dewa yang lain?

Itulah pencerahan saya yang membuat saya yakin bahwa saya masuk Islam adalah kehendak-Nya.


berhubung sudah jam 5 sore, InsyaAllah cerita saya ini akan saya lanjutkan besuk pagi dengan kisah saya yang lain ya?
kuharap apa yang saya sampaikan ini semakin mempertebal Iman Islam kita.

Tng, 09 April 2009

08 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 8)


Bab 8 : BERTAHAN HIDUP DALAM LINGKUNGAN MUSLIM

Alhamdulillah disiang yang gerimis dari pagi ini, saya memulai kembali cerita perjalanan spiritual saya sebagai orang pencari Allah.

Tidak lupa shalawat dan salam saya haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang mana atas jasa jasa beliaulah kita semua selamat dari kegelapan dunia dan akherat.

mengapa di bagian ini saya beri judul bertahan hidup dalam lingkungan muslim?

Sungguh besar karunia Allah bagi umatnya. Ini juga saya rasakan pertama kali saya mampu membaca Al-Qur'an, memahami makna yang dikandungnya dan semakin hanyut dikala saya mulai paham bahwa Al-Qur'an sungguh tidak lekang oleh jaman dan tidak ada yang mampu menyamai dan merubahnya.

Subhanallah, ini yang sering saya terkagum kagum atas kemukjizatan Al-Qur'an. Walau sebenarnya masih banyak lagi yang sebenarnya mukjizat Al-Qur'an ini yang mampu kita rasakan. Baik itu segi kesehatan jasmani juga kesehatan rohani umat muslim, serta segi segi kehidupan lainnya.

Di bab ini akan saya bagi perperiode agar sobat sobat saat membacanya tidak bingung dengan cara saya mengutarakan. Kerna Bab-bab sebelumnya adalah globalnya, sedang yang sekarang detil detilnya.

A. MEMBAGI ILMU SASTRA KEPADA ANAK ANAK DAN REMAJA

Sejak saya keluar dari Subbag SIM, kami sekeluarga masih sempat bertahan di daerah larangan Utara, Cileduk-Tangerang. Tepatnya di Jalan Swadaya, belakang Bakso pakde. Pintu masuk kearah perumahan Larangan Indah.
Disitu anak kami sempat sekolah sampai kelas satu SD. Di sekolah dasar negri joglo 3 pagi, joglo-jakarta barat.

Setelah itu kami pindah ke perumahan Dasana Indah, bojong nangka-kelapa dua, kabupaten Tangerang. Jalan Merpati 4 Blok.UC no.28 RT/RW :002/25.
Kami cukup lama tinggal di daerah itu, dari anak saya kelas dua SD Negri Kampung Bambu 3 sampai anak saya lulus SMP Sunan Bonang yang letaknya di dalam perumahan tersebut.
(sekarang kami sekeluarga dari tanggal 01 Nopember 2008, tinggal di perumahan cip0ndoh permai jalan calung. Kami sekeluarga menempati rumah saudara istri, Ibu Hajah Sayu Sri Jumiyati)

Banyak sekali cerita suka duka disini. Tidak mungkin saya ceritakan panjang lebar. Kerna saya sadar bahwa setiap manusia pasti mengalami kehidupan suka duka yang mungkin lebih susah dari saya. Yang jelas, apa yang saya sampaikan ini bukanlah rasa mengeluh pada sobat sobat tapi sebagai gambaran bahwa iman islam kita tidak bisa dibeli dengan sekardus mie instan atau segedung istana merdeka yang berupa intan berlian.

Sungguh nikmat islam adalah kenikmatan Allah yang ingin saya gumuli hingga Allah menjemputku dengan tetap beriman kepada-Nya.

bisa saya mulai?
hehehe
kita kembali santai ya?

Waktu anak saya kelas 4 SD, saya sempat membaca buku pelajaran bahasa indonesia milik anak saya, tentang pengenalan Drama.
Entah mengapa saya tertarik untuk mempraktekan kepada anak saya.

Mengapa saya berpikir begitu?

Kerna anak saya ini adalah anak tunggal. Dimana dia tidak bisa bergaul dengan teman teman sebayanya. Setiap pulang main pasti menangis kerna berantem dengan teman temannya.
Alasan saya kedua adalah bagaimana mengakrabkan mereka semua dalam wadah persaudaraan.
Alasan ketiga saya adalah saya dalam posisi menganggur ini mencoba mengisi kegiatan positif yang bermanfaat bagi lingkungan.

Alhamdulillah anak anak itu tertarik dengan ajakan saya bermain drama.
Dengan minta ijin ketua RT dan warga, mulailah saya bina anak anak dalam pengenalan drama.

Kegiatan saya ini tidak berhenti di drama saja, saya juga mengenalkan puisi dan cara berpidato.
Sampai kami mengadakan lomba baca puisi dan pidato tikat SD dan SMP.
Sebagai pengarang lagu anak-anak, remaja dan dewasa dengan aliran musik pop dan slowrock, saya ajak anak anak mengenal bagaimana caranya mengarang lagu dan cara menyanyikannya.

Mungkin dirasa oleh warga bahwa kegiatan saya positif dan mampu mengakrabkan anak anak satu dengan yang lain. Maka mulailah anak remaja mau terlibat dalam kegiatan ini.

Hampir tiap malam puncak kemerdekaan tingak RT maupun RW, dari RT kami menampilkan kegiatan yang jauh berbeda dari RT lain. Kebanyakan RT-RT lain mengadaptasi dari karya yang sudah dikenal. Seperti tarian dengan diiringi DVD sedang dari RT kami, saya tampilkan karya saya sendiri. yang saya iringi gitar maupun orgen.
Seperti naskah Drama, naskah puisi serta lagu lagu, semuanya karya saya sendiri yang kami tampilkan dengan anak=anak dan remaja.
Kalau lagu atau koor otomatis saya sendiri yang harus mengiringi dengan orgen atau gitar.

Apa yang saya lakukan ini adalah cara saya mempraktekan Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Jelas di Al-Qur'an dan hadist Nabi SAW telah menyebutkan, bagilah ilmumu walau sedikit.
Itulah yang saya lakukan di lingkungan tersebut, tanpa dipungut sepeserpun bayaran.

Alhamdulillah apa yang saya lakukan ternyata bermanfaat khususnya bagi anak saya yang mulai bisa bergaul dengan teman bermainnya. Serta bermanfaat bagi anak anak lain di sekolahnya dikemudian hari.

B. TERLIBAT DALAM KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

Saya sadar bahwa saya yang lama menganggur akan berefek kurang baik di mata lingkungan, di mata anak dan istri saya.
Maka saya yang memang pernah bekerja kasar dan pernah bekerja dikantoran membuat saya mudah melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal. Walau pekerjaan itu hanya mampu menghidupi kami beberapa hari, setelah itu saya nganggur. Itu tetap saya lakukan sebagai tanggung jawab saya sebagai kepala rumah tangga.
Seperti jadi kenek bangunan, tukang becak, tukang pijat refleksi, tukang cet di suatu bengkel pabrik permen coklat, tukang cet rumah tetangga, bahkan jadi penunggu orang sakit/opname dirumah sakit.

Semakin saya dicoba Allah maka saya semakin berusaha mendekati-Nya.

Alhamdulillah, citra saya yang pengangguran itu tidak membuat saya terperosok dalam pergaulan yang tak bermanfaat.
Saya justru terlibat dalam kegiatan lingkungan dan keagamaan. Baik dilingkungan RT maupun RW.

Saya juga sempat ditunjuk warga sebagai sekertaris RT bahkan sempat pula menjadi pengurus RW sebagai Sekertaris RW. Semua ini saya jalani sebagai ibadah saja. Sekalian menambah pergaulan serta ilmu kemasyarakatan yang bermanfaat di dunia dan Insyaallah bermanfaat bagi saya di akherat nanti.

Saya juga sempat menggiatkan kembali kegiatan pengajian bapak-bapak dilingkungan RT saya dan sering membantu kegiatan di masjid apabila ada kegiatan yang membutuhkan tenaga dan pemikiran saya. contohnya ada warga yang meninggal maupun I'dul korban.

Ini sedikit cerita tentang kegiatan pengajian di lingkungaan RT saya.
Waktu itu saya merasa sangat membutuhkan pembimbing keagamaan, sedang kegiatan seperti pengajian
sudah lama tidak ada , sebelum saya masuk lingkungan RT itu.

Saya sadar akan posisi saya yang susah dalam kehidupan rumah tangga. Waktu itu saya sempat berpikir, kalau saya memanggil guru ngaji otomatis saya harus berpikir bagaimana caranya usztad nanti pulang ke rumahnya.

Tapi Allah sungguh maha tahu. Pada suatu hari saya bertemu seorang usztad yang mengerti keadaan saya, obrol punya obrol jadilah saya menyampaikan gagasan. Dan Alhamdulillah beliau menyetujui.
Beliau bernama bapak Usztad Bubung Dufsada.
Sebagai sekertaris RT maka saya manfaatkan posisi saya ini untuk mencari dukungan. Saya sampaikan gagasan saya ini kepada pertemuan warga. Dan hasilnya kegiatan ini berjalan.

Bukan berarti saya berkepala besar, tapi saya justru bersyukur kepada Allah, dimana seorang Ponco yang pengangguran dan tidak berpendidikan ini gagasannya diterima warga. Dan akhirnya kegiatan pengajian tersebut berjalan.
Tapi sayangnya, disaat saya sering kerja serabutan yang mana memaksa saya harus jarang pulang, kegiatan yang saya bina hingga sempat berjalan dua tahun lebih ini berhenti.
Disaat saya tanya ke beberapa warga yang sering ikut pengajian. Mereka seperti kompak bilang, kerna pak Ponco yang giat mengingatkan mereka untuk menghadiri pengajian tidak pernah ada di rumah.
Saya memang sempat kecewa dan sedih, tapi apabolah buat, ternyata apa yang dilakukan warga ini bukan tergerak dari hatinya, tapi kerna terpaksa atau sungkan kepada saya saja. Bukan kerna Allah semata.

Kembali lagi... semua itu pastilah sudah kehendak Allah ta'ala, yang tahu ada umat-Nya yang tidak berharta yang ingin menimba ilmu agama islam.
Subhanallah, itu salah satu nikmat Allah yang selalu aku ingat dan aku syukuri.


berhenti sejenak ya?
InsyaAllah akan saya tulis langsung didepan komputer seperti selama ini, besuk pagi ya sobat?
hehehe
sudah jam 5 sore nih, mata saya perlu istirahat dulu ya
sampai ketemu besuk
Tng, 08 April 2009

03 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (BAGIAN 7)


Bab 7 : DATANGNYA MISIONARIS DAN SEORANG PASTUR KE RUMAH

Di hari Jum'at yang suci ini tanggal 03 April 2009 sekitar jam 09.21 wib saya lanjutkan cerita pengalaman hidup saya dari seorang Budha menjadi seorang muslim. Semua itu tidak lain dan tidak bukan saya memulainya dengan memohon petunjuk-Nya. Agar apa yang saya tulis ini mendekati kebenaran.

Cara saya menulis ini memang tidak lazimnya seseorang membuat buku agama yang didalamnya terselip ayat-ayat suci Al-Qur'an dan Hadist Nabi SAW. Sungguh saya berniat menulis ini sesuai ilmu yang saya punya dan kebisaan saya. Agar apa yang saya sampaikan mudah diterima oleh kalangan apa saja.


Tulisan saya ini juga tidak mengandung unsur politik ataupun SARA.
Dan saya tidak berniat mempengaruhi pemeluk agama lain (apabila mereka membaca) untuk beralih keyakinannya.
Saya hanya bercerita apa yang saya rasakan dan saya alami semenjak saya memeluk agama Islam sampai sekarang.
(sudah menginjak 24 tahun lebih saya memeluk agama islam)




DANGAU PERSINGGAHAN KITA

tanyakan pada Dia, den
apa yang kita lupa mohon diingatkan.
agar hamparan petakan sawah dan tegalan
yang kita rajut dengan benang kasih sayang....
dari benih benih yang tertanam
menjadi buah buah yang ranum
merekahkan harapan
memanen dimusim petik

tanyakan pada Dia, den
apa yang kita tanggung dosa mohon diampunkan.
atau sujud kita yang masih kurang kusyuk?
atau puji syukur kita yang masih tertahan diawan?

puso datang!
puso kembali datang.....
peristiwa yang sangat mengerikan.
segala macam hama singgah tak disapa
menghancurkan peladangan
memporak porandakan persawahan kita
dan menguras habis air mata kehampaan

bilanglah pada Dia, den......
beginikah cara-Nya menunjukan kuasa-Nya?
jangan sampai kami meragu.....
menjual iman demi perut yang lapar.

............
ctt = Dia = Tuhan
....... den (bhs. jawa) = panggilan untuk seorang laki laki dewasa (kependekan dari kata Raden atau sebutan seorang ningrat)

trim's
poncowae
Jkt, 11 juni'08/ 09 malam

puisi ini, di bait penutup adalah gambaran keadaan saya. Dimana Iman seseorang apabila tidak kuat akan mudah goyah dikarenakan keadaan hidup yang menghimpitnya.
Puisi ini juga dapat mewakili hati saya disaat menghadapi misionaris dan pastur yang mengaku dari "Komunitas perjanjian Yehua"
Masalah kebesaran Allah apa saja yang pernah saya alami, baik secara badaniah maupun rohaniah.... akan saya ceritakan di lembar lain.

Bisa saya mulai?

Saya masuk islam bukan karena perempuan.
saya masuk islam bukan karena janji-janji muluk seseorang dalam segi materi.
saya masuk islam bukan kerna saya mencari ilmu dikdaya.
Saya masuk islam bukan agar saya cepat kaya.
Itu semua tidak terbersit dalam otak saya. Saya masuk Islam kerna waktu itu hanya islam yang ingin saya pelajari. Semakin saya menyelami agama Islam, rasa tenang dan damai merasuk di sanubariku.
(Masalah ini mungkin bisa saya sampaikan di bab yang terpisah)

Justru sejak saya masuk islam, cobaan hidup bertubi-tubi menimpa saya. Contohnya saya berkali kali jadi pengangguran.
Alhamdulillah saya hadapi dengan bersikap positif.

kembali ke masalah :
1. Ada apa seorang misionaris perjanjian yehua yang notabene seorang kristen datang ke rumah?
2. Mengapa dilain hari misionaris tersebut membawa pastur dan di hari lain membawa kakak perempuannya yang tinggal di kanada ?
3. Siapa yang kasih tahu dia kalau saya ini seorang mualaf yang pengangguran?
4. Bagaimana saya menghadapi kehadiran mereka?
5. Bagaimana pandangan lingkungan saya dengan peristiwa ini?
Mungkin pertanyaan ini menggelitik di pikiran sobat sobat termasuk saya sendiri. Kerna pertanyaan diatas tidak semua saya tahu jawabannya.

saya jawab sendiri ya? hehehe
Kejadian ini terjadi disaat saya keluar dari subbag Sim. Saya sekeluarga menempati rumah keluarga istri di daerah Bojong nangka- Kelapa dua, Tangerang.
Tepatnya di perumahan Dasana Indah Blok UC 4 No. 28, RT/RW : 002/25
Dirumah inilah saya kedatangan tamu yang mengaku bernama Glend, beliau tinggal di perumahan UBUD lipo karawaci Tangerang.
Sebagai tamu, otomatis saya terima layaknya tamu yang lain. Anehnya dilain hari dia mengajak adiknya yang mungkin masih duduk di bangkku SD.
Saya masih diam saja walau dia mulai mengeluarkan alkitabnya serta saya dibagi majalah ruhani.
beberapa minggu kemudian, datanglang saudara Glend ini tidak sendirian, tapi dia membawa seorang Pastur. Mereka berdua saya terima di teras rumah. Semakin anehnya si pastur itu mulai berkotbah ngalor ngidul. sampai sampai kehidupan Nabi Isa disamakan dengan kehidupan saya.
Otomatis saya tersenyum sendiri. Bayangkan saja nabi isa itu kehidupannya sama dengan saya.
Batin saya sempat berucap, lebih baik sembah saja saya huahahahaha
Dipikir dengan menjatuhkan martabat Rasulnya, membuat iman saya jatuh.
Saya lihat Glend tidak menyerah begitu saja, lain hari dia membawa kakak perempuannya yang lama tinggal di kanada. tetap saja mentah. Justru saya yang berbalik dan memberi masukan padanya, bahwa kalau kamu mencari pemeluk baru dengan cara begitu dan berkotbah hanya terpaku dengan Alkitab tanpa menyentuh kehidupan sekarang. Sungguh apa yang kamu lakukan adalah kesia-siaan saja.
Mereka berdua diam.

Lha akhirnya saya marah disaat saudara glend tersebut membawa undangan, dimana undangan itu bertujuan mengumpulkan orang-orang seperti saya ini disuatu gedung.
Entah ada kekuatan apa, saya mampu berucap layaknya usztad yang sedang berkotbah. Saya rasa ini semua atas kehendak-Nya.
Kalau ditanya apa yang saya ucapkan saat itu, saya sungguh lupa.
Seingat saya, pertama kali saya mulai bicara dengan membaca sepenggal ayat al kaafiruun : Lakum diinukum waliyadiin

Sejak itu saudara Glend tidak hadir lagi di tempat tinggal saya.

maaf ya, ini sudah menunjukan pukul 10.43 wib saya akan berangkat sholat jum'at
InsyaAllah akan saya lanjutkan dengan cerita yang lain yang lebih mempertebal keimanan kita.
Amin

Tng,03 April 2009

02 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 6a)


Bab 6a : INTROSPEKSI DIRI DALAM MENGHADAPI COBAAN (2)

Dulu saya sempat putus asa. Tapi saya tidak pernah menyalahkan orang lain atas terjadinya cobaan hidup yang hingga kini selalu menerpa kami. Dulu saya memang sempat marah atas kebodohan yang sering saya lakukan. Dimana saya sempat terperosok dalam pergaulan yang kurang bagus.
Memang benar, disaat uang memegang peranan sedang iman diujung kemaksiatan, akan mudah melakukan perbuatan yang dilarang Allah.

Disaat saya susah (sebelumnya), disaat saya di garis ketidak mapanan, saya selalu menghargai dan mensyukuri nikmat Allah. Seperti yang sudah tertulis dalam Al-Qur'an bahwa Kalbu manusia sangatlah mudah berubah. Sehingga keimanan manusia bagai gelombang lautan, di saat tertentu tinggi tapi disaat tertentu pula turun drastis. Atau juga bisa digambarkan bagai Voltase listrik, kadang voltasenya naik terkadang turun.

Disini saya tidak mencari pembelaan tapi hanya mencoba berkata jujur.... sungguh saya sempat melanggar segala perintah Allah dan melakukan yang dilarang-Nya dalam keadaan sadar. Padahal saya percaya dan tahu bahwa Allah sebenarnya melihat perbuatan saya.

Gambaran ini sempat saya abadikan dalam puisi religi.
Ide puisi ini sungguh sangat lama sekali, mungkin ide puisi yang terlama yang tersimpan di alam bawah sadarku. Ide puisi ini seingat saya sudah ada dipikiran saya sejak saya mulai ingat Allah lagi. Saat itu saya masih kerja di Subbag SIM bagian photo SIM, sekitar tahun 1996/97.

Puisi ini memang bercampur dengan bahasa jawa.
Bahkan seorang sobat saya yang tinggal di swedia baru yang bernama Robert Martien yang aslinya orang jawa timur, sempat menulis komentar di puisi saya ini. Dia bilang saya mencuplik geguritan karya Sunan Kali Jaga. Saya justru tersenyum bangga.
Padahal ini mengalir atas kehendak-Nya.

silahkan menikmati puisi ini :

KUN FAYAKUUN

KUN FAYAKUUN

sambirono manunggaling tiyang gesang
reh sareh sesumbaring rogo
rogo mati tetimbalaning Gusti
kapasrahaken ing bumi winingit

lur alur ngadepi wong duwur
tan diroso gemreget daharing karso
roso mati tetimbalaning Pangeran Gusti.....
Gusti Allah, kang murbeng dumadi

akhirnya aku duduk terpuruk
begitu nistanya waktuku tersita
menenggelamkan diri dikenikmatan dunia
bukan tanpa sadar!

terlalu sering menipu nurani
berjejal hasrat yang sejenak tersirami
tapi, saat sakaratul menyapa
tetap saja berujar tak tanggap,
bahwa hidup ini hanya sesaat.

adusono rogo lan atimu
sakdurunge karogoh sukmamu.
mandikanlah badan dan hatimu
sebelum diambil nyawamu.

........
poncowae
Jkt, 08 mei 2008-10.24




Sungguh sobat!
untuk kembali kepada-Nya, saya harus mengakui keberadaan-Nya. Malu sungguh malu disaat itu.
Tapi anehnya, semakin saya menunduk pada-Nya seakan ada rengkuhan kasih-Nya yang merasuk di kalbu.
Subhanallah walhamdulillahi walailaha'ilallahu Allahuakbar

*Kembali lagi saya jadi pengangguran.

Pertengahan tahun 1998 (sehabis tragedi Tri Sakti) sekitar 125 orang Karyawan Bantuan bagian SIM termasuk saya diistirahatkan dalam waktu yang tidak terbatas. Yang akhirnya saya kembali jadi pengangguran. Ini saya lakukan karena saya tidak bisa jadi calo SIM seperti teman teman kerja yang lain.
Menyandang predikat pengangguran yang sekarang sungguh panjang dan melelahkan, hidup kami sempat ditopang oleh bantuan sanak famili.

Sempat saya bercanda sama anak istri, bahwa hidup kami ini masih beruntung dibandingkan dengan para gelandangan. Semua ini kerna amal soleh anak istriku. Saya pribadi memang tidak pantas untuk ditolong. Istri saya hanya tersenyum saja.
Walau istri tidak curiga dengan ucapanku, sebenarnya rasa malu atas perbuatan dosaku pada Allah sungguh sangat besar.
Kadang saya sering bermenung diri atas perbuatan maksiat dan pengkianatan atas kepercayaan istri selama ini. Air mata sering berlinang setiap kali sholat malam.

Sungguh Yaa Allah, ampunilah atas dosa dosaku ini. Saya harap Allah mau menerima tobat nasuhaku.
Amin.

Saya lanjutkan di lembar lain.
Yang ini tentang "datangnya misionaris dan pastur ke rumah"
Saya harap, apa yang akan saya ceritakan nanti, semakin menambah keimanan kita kepada-Nya.
Tng, 02 April'09

01 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 6)


Bab 6 : INTROSPEKSI DIRI DALAM MENGHADAPI COBAAN (I)

Allahu akbar... Allahu Akbar... Allah maha besar, itu yang sekarang sering saya ucapkan.
Dengan kuasa dan kehendak-Nya saya diberi hidayah menjadi seorang muslim dan diberi kesempatan merasakan nikmatnya mencium tanah haram-Nya.
Apakah saya sempat terpikirkan bisa sampai di sana?
Sungguh itu hanya pengharapan saja kalau tanpa dikehendaki-Nya.
Begitu juga lika-liku kehidupan. Selama kita sebagai umat-Nya sadar dan ikhlas menjalaninya, niscaya nikmat dari perjuangan hidup yang kita jalani akan sangatlah berarti.

Manusia memang boleh berencana, tapi semua itu atas kehendak-Nya. Baik kehendak Allah itu cobaan kesuksesan maupun kegagalan. Semua itu tergantung kehendak-Nya.
Memang tidak semua manusia dalam memandang cobaan kegagalan akan berpikir positif atas cobaan tersebut. Kadang menyalahkan orang lain yang menyebabkan kegagalan hidupnya.

Saya sering berkata ke istri dan anak saya, sejak anak saya mulai masuk sekolah SD. "Marilah kita belajar mensyukuri nikmat Allah. Kerna ayah juga hingga saat ini selalu belajar mensyukuri"
Saya berpikir, dengan kita sering belajar mensyukuri nikmat Allah secara tulus dan ikhlas, niscaya dimudahkan segala masalah.

cobaan apa saja yang pernah kami sekeluarga alami, yang menurut saya sangat menguji iman saya?
Kalau saya utarakan disini memang terlalu panjang. Entah kalau dilain hari kisah saya ini memang dikehendaki menjadi cerita penguat iman kita semua, mungkin lain hari bisa saya susun menjadi buku. Insyaallah.

1. Saya dituduh menggelapkan uang setoran yang menyebabkan bayi yang dikandung istri nyungsang (kaki bayi di posisi bawah)

2. Dirumahkan satu bulan yang berakhir saya mengundurkan diri dari pompa bensin. Sedang kami sangat membutuhkan dana guna operasi ulang jahitan caesar istri yang tidak simetris.
serta pengobatan anak saya yang masih bayi yang tertular sakit kuning waktu di rumah sakit Budi Kemuliaan, Jakarta pusat.

3. Guna menutupi kebutuhan, saya sempat membantu saudara berjualan cabe di pasar induk jakarta timur. Dengan resiko pernah di todong preman di pasar kebayoran lama.




KESETIAAN CINTA TIADA TANDING

pagi hingga siang ini aku senang
tak biasanya seekor belibis menghirup air telaga disamping rumah
begitu hausnya
apa kerna lelah dari terbangnya
atau demi ciciripi yang tidur lelap di sarangnya, aku tak tahu!

sedang dibalik caping lebar, penjala kekar berdiri diatas rakit bambu
tebarkan pengharapan penuh yakin...

rasa haus burung belibis tersamar
penjala terdiam
keringat meleleh bagai kucuran air pancuran

(hening
tenang
desir angin menyapu permukaan telaga)

jala terangkat, tundas

(desir angin dipagi ini mampu mengheningkan rasaku lamalama hingga temaram pagi berganti siang menyilaukan. sedang kuterpaut di suasana kegamangan kelu)

belibis terbang mekarkan sayap membelah birunya langit

semestinya kududuk di atas punggungnya, pikirku mengawang jalang

terbang belibis terbang
semakin menjulang tembus imajiku

bebas nian...

senyumku terhenti disosok tegar penjala ikan yang lepaskan kaos kutangnya
kuberlamalama memandang...
rasa jengahku saat dini terjaga dari lelap, datangkan ingin tahuku

Yaa Allah...
memang tak semudah balikan tangan mencari kehidupan
demi suatu perjuangan
demi segudang perjanjian dalam ikrar jalinan kasih
demi anugrah-Mu yang dipikulnya

batinku terucap...
telah kudapatkan pencerahan pagi ini Yaa Allah,
kesetiaan cinta ternyata tiada tanding

..............................
Poncowae
Jkt, 13 Oktober 2008-10:16



Kehidupan yang tidak menentu itu kami hadapi dengan ikhlas dan interospeksi diri. Mungkin inilah yang harus kami sekeluarga hadapi.
Atau mungkin ini terjadi kerna kami berdua tidak mendapatkan restu dari bapak ibu saya? Wallahu'alam
Yang jelas saya selalu memberi semangat kepada istri, agar tidak bersakwasangka/menuduh orang lain yang menyebabkan cobaan ini terjadi.

Alhamdulillah, menginjak usia anakku enam bulan, kami sekeluarga pindah kontrakan di daerah bukit duri, tebet- jakarta selatan. Kami lakukan untuk mendekatkan saya dari tempat kerja yang baru yaitu di Subbag SIM bagian TU SIM Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya, sebagai karyawan bantuan.

Apakah cobaan ini berhenti begitu saja?
Wah kelihatannya kita sambung di lembar lain ya? hehehe


*)) Kelihatanya bagian ini yang sebenarnya sudah saya singkat, ternyata tidak cukup diuraikan dalam satu lembar.
Insyaallah akan saya lanjutkan setelah sholat ashar.
Tng, 01 April 2009








s