Bab 6 : INTROSPEKSI DIRI DALAM MENGHADAPI COBAAN (I)
Allahu akbar... Allahu Akbar... Allah maha besar, itu yang sekarang sering saya ucapkan.
Dengan kuasa dan kehendak-Nya saya diberi hidayah menjadi seorang muslim dan diberi kesempatan merasakan nikmatnya mencium tanah haram-Nya.
Apakah saya sempat terpikirkan bisa sampai di sana?
Sungguh itu hanya pengharapan saja kalau tanpa dikehendaki-Nya.
Begitu juga lika-liku kehidupan. Selama kita sebagai umat-Nya sadar dan ikhlas menjalaninya, niscaya nikmat dari perjuangan hidup yang kita jalani akan sangatlah berarti.
Manusia memang boleh berencana, tapi semua itu atas kehendak-Nya. Baik kehendak Allah itu cobaan kesuksesan maupun kegagalan. Semua itu tergantung kehendak-Nya.
Memang tidak semua manusia dalam memandang cobaan kegagalan akan berpikir positif atas cobaan tersebut. Kadang menyalahkan orang lain yang menyebabkan kegagalan hidupnya.
Saya sering berkata ke istri dan anak saya, sejak anak saya mulai masuk sekolah SD. "Marilah kita belajar mensyukuri nikmat Allah. Kerna ayah juga hingga saat ini selalu belajar mensyukuri"
Saya berpikir, dengan kita sering belajar mensyukuri nikmat Allah secara tulus dan ikhlas, niscaya dimudahkan segala masalah.
cobaan apa saja yang pernah kami sekeluarga alami, yang menurut saya sangat menguji iman saya?
Kalau saya utarakan disini memang terlalu panjang. Entah kalau dilain hari kisah saya ini memang dikehendaki menjadi cerita penguat iman kita semua, mungkin lain hari bisa saya susun menjadi buku. Insyaallah.
1. Saya dituduh menggelapkan uang setoran yang menyebabkan bayi yang dikandung istri nyungsang (kaki bayi di posisi bawah)
2. Dirumahkan satu bulan yang berakhir saya mengundurkan diri dari pompa bensin. Sedang kami sangat membutuhkan dana guna operasi ulang jahitan caesar istri yang tidak simetris.
serta pengobatan anak saya yang masih bayi yang tertular sakit kuning waktu di rumah sakit Budi Kemuliaan, Jakarta pusat.
3. Guna menutupi kebutuhan, saya sempat membantu saudara berjualan cabe di pasar induk jakarta timur. Dengan resiko pernah di todong preman di pasar kebayoran lama.

KESETIAAN CINTA TIADA TANDING
pagi hingga siang ini aku senang
tak biasanya seekor belibis menghirup air telaga disamping rumah
begitu hausnya
apa kerna lelah dari terbangnya
atau demi ciciripi yang tidur lelap di sarangnya, aku tak tahu!
sedang dibalik caping lebar, penjala kekar berdiri diatas rakit bambu
tebarkan pengharapan penuh yakin...
rasa haus burung belibis tersamar
penjala terdiam
keringat meleleh bagai kucuran air pancuran
(hening
tenang
desir angin menyapu permukaan telaga)
jala terangkat, tundas
(desir angin dipagi ini mampu mengheningkan rasaku lamalama hingga temaram pagi berganti siang menyilaukan. sedang kuterpaut di suasana kegamangan kelu)
belibis terbang mekarkan sayap membelah birunya langit
semestinya kududuk di atas punggungnya, pikirku mengawang jalang
terbang belibis terbang
semakin menjulang tembus imajiku
bebas nian...
senyumku terhenti disosok tegar penjala ikan yang lepaskan kaos kutangnya
kuberlamalama memandang...
rasa jengahku saat dini terjaga dari lelap, datangkan ingin tahuku
Yaa Allah...
memang tak semudah balikan tangan mencari kehidupan
demi suatu perjuangan
demi segudang perjanjian dalam ikrar jalinan kasih
demi anugrah-Mu yang dipikulnya
batinku terucap...
telah kudapatkan pencerahan pagi ini Yaa Allah,
kesetiaan cinta ternyata tiada tanding
..............................
Poncowae
Jkt, 13 Oktober 2008-10:16
Kehidupan yang tidak menentu itu kami hadapi dengan ikhlas dan interospeksi diri. Mungkin inilah yang harus kami sekeluarga hadapi.
Atau mungkin ini terjadi kerna kami berdua tidak mendapatkan restu dari bapak ibu saya? Wallahu'alam
Yang jelas saya selalu memberi semangat kepada istri, agar tidak bersakwasangka/menuduh orang lain yang menyebabkan cobaan ini terjadi.
Alhamdulillah, menginjak usia anakku enam bulan, kami sekeluarga pindah kontrakan di daerah bukit duri, tebet- jakarta selatan. Kami lakukan untuk mendekatkan saya dari tempat kerja yang baru yaitu di Subbag SIM bagian TU SIM Direktorat Lalu-lintas Polda Metro Jaya, sebagai karyawan bantuan.
Apakah cobaan ini berhenti begitu saja?
Wah kelihatannya kita sambung di lembar lain ya? hehehe
*)) Kelihatanya bagian ini yang sebenarnya sudah saya singkat, ternyata tidak cukup diuraikan dalam satu lembar.
Insyaallah akan saya lanjutkan setelah sholat ashar.
Tng, 01 April 2009
s



Tidak ada komentar:
Posting Komentar