Bab 8 : BERTAHAN HIDUP DALAM LINGKUNGAN MUSLIM
Alhamdulillah disiang yang gerimis dari pagi ini, saya memulai kembali cerita perjalanan spiritual saya sebagai orang pencari Allah.
Tidak lupa shalawat dan salam saya haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang mana atas jasa jasa beliaulah kita semua selamat dari kegelapan dunia dan akherat.
mengapa di bagian ini saya beri judul bertahan hidup dalam lingkungan muslim?
Sungguh besar karunia Allah bagi umatnya. Ini juga saya rasakan pertama kali saya mampu membaca Al-Qur'an, memahami makna yang dikandungnya dan semakin hanyut dikala saya mulai paham bahwa Al-Qur'an sungguh tidak lekang oleh jaman dan tidak ada yang mampu menyamai dan merubahnya.
Subhanallah, ini yang sering saya terkagum kagum atas kemukjizatan Al-Qur'an. Walau sebenarnya masih banyak lagi yang sebenarnya mukjizat Al-Qur'an ini yang mampu kita rasakan. Baik itu segi kesehatan jasmani juga kesehatan rohani umat muslim, serta segi segi kehidupan lainnya.
Di bab ini akan saya bagi perperiode agar sobat sobat saat membacanya tidak bingung dengan cara saya mengutarakan. Kerna Bab-bab sebelumnya adalah globalnya, sedang yang sekarang detil detilnya.
A. MEMBAGI ILMU SASTRA KEPADA ANAK ANAK DAN REMAJA
Sejak saya keluar dari Subbag SIM, kami sekeluarga masih sempat bertahan di daerah larangan Utara, Cileduk-Tangerang. Tepatnya di Jalan Swadaya, belakang Bakso pakde. Pintu masuk kearah perumahan Larangan Indah.
Disitu anak kami sempat sekolah sampai kelas satu SD. Di sekolah dasar negri joglo 3 pagi, joglo-jakarta barat.
Setelah itu kami pindah ke perumahan Dasana Indah, bojong nangka-kelapa dua, kabupaten Tangerang. Jalan Merpati 4 Blok.UC no.28 RT/RW :002/25.
Kami cukup lama tinggal di daerah itu, dari anak saya kelas dua SD Negri Kampung Bambu 3 sampai anak saya lulus SMP Sunan Bonang yang letaknya di dalam perumahan tersebut.
(sekarang kami sekeluarga dari tanggal 01 Nopember 2008, tinggal di perumahan cip0ndoh permai jalan calung. Kami sekeluarga menempati rumah saudara istri, Ibu Hajah Sayu Sri Jumiyati)
Banyak sekali cerita suka duka disini. Tidak mungkin saya ceritakan panjang lebar. Kerna saya sadar bahwa setiap manusia pasti mengalami kehidupan suka duka yang mungkin lebih susah dari saya. Yang jelas, apa yang saya sampaikan ini bukanlah rasa mengeluh pada sobat sobat tapi sebagai gambaran bahwa iman islam kita tidak bisa dibeli dengan sekardus mie instan atau segedung istana merdeka yang berupa intan berlian.
Sungguh nikmat islam adalah kenikmatan Allah yang ingin saya gumuli hingga Allah menjemputku dengan tetap beriman kepada-Nya.
bisa saya mulai?
hehehe
kita kembali santai ya?
Waktu anak saya kelas 4 SD, saya sempat membaca buku pelajaran bahasa indonesia milik anak saya, tentang pengenalan Drama.
Entah mengapa saya tertarik untuk mempraktekan kepada anak saya.
Mengapa saya berpikir begitu?
Kerna anak saya ini adalah anak tunggal. Dimana dia tidak bisa bergaul dengan teman teman sebayanya. Setiap pulang main pasti menangis kerna berantem dengan teman temannya.
Alasan saya kedua adalah bagaimana mengakrabkan mereka semua dalam wadah persaudaraan.
Alasan ketiga saya adalah saya dalam posisi menganggur ini mencoba mengisi kegiatan positif yang bermanfaat bagi lingkungan.
Alhamdulillah anak anak itu tertarik dengan ajakan saya bermain drama.
Dengan minta ijin ketua RT dan warga, mulailah saya bina anak anak dalam pengenalan drama.
Kegiatan saya ini tidak berhenti di drama saja, saya juga mengenalkan puisi dan cara berpidato.
Sampai kami mengadakan lomba baca puisi dan pidato tikat SD dan SMP.
Sebagai pengarang lagu anak-anak, remaja dan dewasa dengan aliran musik pop dan slowrock, saya ajak anak anak mengenal bagaimana caranya mengarang lagu dan cara menyanyikannya.
Mungkin dirasa oleh warga bahwa kegiatan saya positif dan mampu mengakrabkan anak anak satu dengan yang lain. Maka mulailah anak remaja mau terlibat dalam kegiatan ini.
Hampir tiap malam puncak kemerdekaan tingak RT maupun RW, dari RT kami menampilkan kegiatan yang jauh berbeda dari RT lain. Kebanyakan RT-RT lain mengadaptasi dari karya yang sudah dikenal. Seperti tarian dengan diiringi DVD sedang dari RT kami, saya tampilkan karya saya sendiri. yang saya iringi gitar maupun orgen.
Seperti naskah Drama, naskah puisi serta lagu lagu, semuanya karya saya sendiri yang kami tampilkan dengan anak=anak dan remaja.
Kalau lagu atau koor otomatis saya sendiri yang harus mengiringi dengan orgen atau gitar.
Apa yang saya lakukan ini adalah cara saya mempraktekan Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Jelas di Al-Qur'an dan hadist Nabi SAW telah menyebutkan, bagilah ilmumu walau sedikit.
Itulah yang saya lakukan di lingkungan tersebut, tanpa dipungut sepeserpun bayaran.
Alhamdulillah apa yang saya lakukan ternyata bermanfaat khususnya bagi anak saya yang mulai bisa bergaul dengan teman bermainnya. Serta bermanfaat bagi anak anak lain di sekolahnya dikemudian hari.
B. TERLIBAT DALAM KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN
Saya sadar bahwa saya yang lama menganggur akan berefek kurang baik di mata lingkungan, di mata anak dan istri saya.
Maka saya yang memang pernah bekerja kasar dan pernah bekerja dikantoran membuat saya mudah melakukan pekerjaan apa saja yang penting halal. Walau pekerjaan itu hanya mampu menghidupi kami beberapa hari, setelah itu saya nganggur. Itu tetap saya lakukan sebagai tanggung jawab saya sebagai kepala rumah tangga.
Seperti jadi kenek bangunan, tukang becak, tukang pijat refleksi, tukang cet di suatu bengkel pabrik permen coklat, tukang cet rumah tetangga, bahkan jadi penunggu orang sakit/opname dirumah sakit.
Semakin saya dicoba Allah maka saya semakin berusaha mendekati-Nya.
Alhamdulillah, citra saya yang pengangguran itu tidak membuat saya terperosok dalam pergaulan yang tak bermanfaat.
Saya justru terlibat dalam kegiatan lingkungan dan keagamaan. Baik dilingkungan RT maupun RW.
Saya juga sempat ditunjuk warga sebagai sekertaris RT bahkan sempat pula menjadi pengurus RW sebagai Sekertaris RW. Semua ini saya jalani sebagai ibadah saja. Sekalian menambah pergaulan serta ilmu kemasyarakatan yang bermanfaat di dunia dan Insyaallah bermanfaat bagi saya di akherat nanti.
Saya juga sempat menggiatkan kembali kegiatan pengajian bapak-bapak dilingkungan RT saya dan sering membantu kegiatan di masjid apabila ada kegiatan yang membutuhkan tenaga dan pemikiran saya. contohnya ada warga yang meninggal maupun I'dul korban.
Ini sedikit cerita tentang kegiatan pengajian di lingkungaan RT saya.
Waktu itu saya merasa sangat membutuhkan pembimbing keagamaan, sedang kegiatan seperti pengajian sudah lama tidak ada , sebelum saya masuk lingkungan RT itu.
Saya sadar akan posisi saya yang susah dalam kehidupan rumah tangga. Waktu itu saya sempat berpikir, kalau saya memanggil guru ngaji otomatis saya harus berpikir bagaimana caranya usztad nanti pulang ke rumahnya.
Tapi Allah sungguh maha tahu. Pada suatu hari saya bertemu seorang usztad yang mengerti keadaan saya, obrol punya obrol jadilah saya menyampaikan gagasan. Dan Alhamdulillah beliau menyetujui.
Beliau bernama bapak Usztad Bubung Dufsada.
Sebagai sekertaris RT maka saya manfaatkan posisi saya ini untuk mencari dukungan. Saya sampaikan gagasan saya ini kepada pertemuan warga. Dan hasilnya kegiatan ini berjalan.
Bukan berarti saya berkepala besar, tapi saya justru bersyukur kepada Allah, dimana seorang Ponco yang pengangguran dan tidak berpendidikan ini gagasannya diterima warga. Dan akhirnya kegiatan pengajian tersebut berjalan.
Tapi sayangnya, disaat saya sering kerja serabutan yang mana memaksa saya harus jarang pulang, kegiatan yang saya bina hingga sempat berjalan dua tahun lebih ini berhenti.
Disaat saya tanya ke beberapa warga yang sering ikut pengajian. Mereka seperti kompak bilang, kerna pak Ponco yang giat mengingatkan mereka untuk menghadiri pengajian tidak pernah ada di rumah.
Saya memang sempat kecewa dan sedih, tapi apabolah buat, ternyata apa yang dilakukan warga ini bukan tergerak dari hatinya, tapi kerna terpaksa atau sungkan kepada saya saja. Bukan kerna Allah semata.
Kembali lagi... semua itu pastilah sudah kehendak Allah ta'ala, yang tahu ada umat-Nya yang tidak berharta yang ingin menimba ilmu agama islam.
Subhanallah, itu salah satu nikmat Allah yang selalu aku ingat dan aku syukuri.
berhenti sejenak ya?
InsyaAllah akan saya tulis langsung didepan komputer seperti selama ini, besuk pagi ya sobat?
hehehe
sudah jam 5 sore nih, mata saya perlu istirahat dulu ya
sampai ketemu besuk
Tng, 08 April 2009



Tidak ada komentar:
Posting Komentar