
D. SELESAI SHOLAT SUBUH DI BULAN RAMADHAN MELIHAT KUCING BERPERILAKU ANEH
Bertemu kembali dengan bulan Ramadhan adalah harapan setiap insan muslim sedunia. Itu juga yang sangat saya harapkan bisa bertemu kembali bulan ramadhan di tahun ini.
Pengalaman di hari hari penuh berkah dari satu orang dengan orang yang lain tentunya pastilah berbeda.
Bukan hanya dalam satu bulan ramadhan yang sama, disetiap tahunnya pengalaman spiritual kita pastilah berbeda.
Kadang tahun kemarin ada kenaikan keimanan kita, sedang beberapa tahun lalu ramadhan dirasa seperti hari hari biasa diluar bulan ramadhan.
Dengan ramadhan, jelaslah tentu ada pengalaman spiritual kita yang istimewa.
Begitu juga dengan pengalaman spiritual saya, di salah satu bulan ramadhan yang pernah saya alami. Saya baru merasakan bulan ramadhan itu penuh berkah tepatnya di tahun 2006.
Ramadhan di tahun 2006 adalah ramadhan yang tidak pernah saya lupakan. Diawali sakit lever, batu ginjal, batu empedu dan maag akut, yang Alhamdulillah meruntuhkan keegoan saya.
(Saya mulai merasa sakit sekitar tahun 2003-2004, sudah saya sampaikan di bab-bab sebelumnya)
Sejak itulah saya semakin mendekatkan diri kepada Sang Hidup yaitu Allah Ta'ala.
Bulan ramadhan 2006 ini seakan saya harus mengulang pelajaran yang pernah saya pelajari atau semacam evaluasi segala apa yang pernah saya terima dalam hidup ini sebagai seorang muslim.
Dengan dukungan lingkungan yang islami inilah saya dari tahun ke tahun semakin senang duduk berlama lama di masjid dari pada di bawah pohon jambu hanya untuk ngobrol ngalor ngidul dengan bermain catur atau gaple dan karambol.
Bukan berarti saya membenci permainan itu, tapi saat itu saya lebih memusatkan hati dan pikiran saya ke pekerjaan dan ibadah.
Sejak sembuh, saya semakin banyak belajar dan mendalami kandungan Al-Qur'an dengan cara salah satunya yaitu setiap habis sholat maghrib saya lebih senang nongkrong di masjid untuk menimba ilmu dengan para ustad di masjid tersebut dalam suasana santai.
Kami ngobrol di halaman masjid, bersandarkan pagar masjid. sedang pedagang gorengan yang jadi langganan tinggal menaruh dagangannya di depan kami. Yang jelas sudah ada orang yang berniat membayar.
Bagaimana tidak enak menimba ilmunya? huahahaha
Saat Adzan Isya dikumandangkan, kami semua bubar untuk membetulkan wudhu. Dan tentunya dilanjutkan sholat isya berjama'ah.
Menjelang ramadhan 2006 Alhamdulillah saya semakin diberi kemudahaan Allah untuk semakin mengkaji kedalaman Al-Qur'an. Walau semula saya belajar sendiri di rumah, yang akhirnya saya belajar keluar dengan sering menghadiri pengajian di lingkungan RT dan RW kami.
Memasuki bulan ramadhan adalah tempat saya berlatih diri semakin serius.
Kebiasaan sehabis sholat maghrib tetap menetap di masjid hingga sholat isya tetap saya lakukan. Dibulan ramadhan ini justru saya lanjutkan hingga selesai sholat tarawih barulah saya pulang ke rumah, untuk makan malam.
Bagi tetangga saya yang sudah lancar baca Al-Qur'an tentunya di bulan ramadhan meniatkan mengkatamkan membaca Al-Qur'an. Tapi kalau saya tentunya tidak berniat seperti itu. Apa yang akan saya lakukan selama bulan ramadhan itu ya sesuai kemampuan saya.
Kalau saya mulai jenuh membaca Al-Qur'an dikarenakan membacanya kurang lancar, maka saya alihkan untuk memasuki Al-Qur'an dengan terjemahannya dan tafsir serta mendalami hadist Nabi SAW serta menelusuri sejarah berkembangnya agama Islam.
Barulah saya perlahan lahan mampu memasuki Al-Qur'an, tentunya pasti kehendak-Nya.
Pengalaman hari demi hari di bulan ramadhan tahun itu benar benar membuat saya terpesona,
Tapi ini saya garis bawahi : setelah pengalaman ini saya kenang seperti ini.
Padahal disaat saya alami perjalanan spiritual ini, saya rasakan seperti seorang muslim yang berkewajiban belajar Al-Qur'an. Itu saja.
Sepulang tarawih barulah saya makan malam. Tentunya saya lanjutkan membaca Al-Qur'an sebisa saya. Terkadang saya kembali mencari ayat-ayat yang disebutkan di kotbah tarawih, untuk saya pelajari lebih dalam lagi. Terus ayat-ayat tersebut saya salin di buku catatan harian saya.
Jam 2 malam saya bangun dari tidur lalu mandi malam, guna melaksanakan sholat malam.
Setelah saur, saya langsung berangkat ke masjid.
Selama bulan ramadhan 2006 ini saya tidak sebulan penuh di rumah, tapi kegiatan saya ini tidak berhenti walau saya sekeluarga menginap di rumah keluarga.
Jam 2 malam saya pasti mandi malam lalu sholat malam tidak saya tinggalkan.
*) Kapan saya bertemu malaikat jibril dan mikail dalam mimpi?
Kejadiannya dimulai dengan adanya perlambang dua kali subuh sebelumnya.
Selama saya memasuki ramadhan, saya sering membaca do'a sesudah fajar dan menjelang maghrib. Dimana do'a itu akan melindungi kita dari setan.
Saya yakin bahwa mimpi saya ini adalah petunjuk Allah, dikarenakan dalam hidup saya sehari hari saya orangnya jarang bermimpi.
Setiap mimpi yang membuat saya langsung terjaga dari tidur dan paginya teringat adalah mimpi mimpi yang mengandung petunjuk. Baik itu petunjuk tentang musibah maupun kebaikan.
Mimpi tentang musibah yang sampai sekarang saya ingat adalah perlambang adik saya yang nomor 3 meninggal dunia jatuh dari metro mini.
Kerna mimpi mimpi ini terjadinya selalu lewat jam dua malam dan sebelum jam setengah empat pagi.
Biasanya sehabis mimpi seperti ini, timbul rasa masgul dan was-was.
Tapi anehnya, sehabis saya bermimpi yang akan saya ceritakan dibawah ini, saya justru tenang dan ikhlas.
*) Tanda-tanda apa sebelum datangnya mimpi ini?
Dua hari sebelum malam takbiran, waktu itu saya selesai melakukan sholat subuh di masjid al-ikhlas cipondoh, saya menemukan kucing berwarna putih, posisi duduk di dalam masjid. (dari pintu keluar sekitar empat meter jaraknya)
Yang membuat saya bingung adalah kucing itu seakan menghitung setiap orang yang keluar dari ruang masjid.
Semula saya hanya melihat sepintas, tapi setelah melihat keanehannya, maka saya perhatikan gerak geriknya. Dan anehnya lagi tidak ada satupun orang yang melihat keberadaan kucing itu.
Itu bisa saya buktikan dengan setiap orang yang berjalan di depannya sepertinya tidak melihat keberadaan kucing itu.
Saya sempat menghentikan langkah. Tapi anehnya timbul rasa takut di hati saya, saat kucing tersebut sempat memandang saya sejenak, lalu kembali menghitung atau melihat orang keluar masjid.
Di saat kucing melihat saya lagi yang ke dua kali, saya semakin takut.
Tanpa menoleh kebelakang lagi, saya langsung cabut keluar ruang masjid tanpa berani menoleh ke belakang atau ke arah kucing tersebut.
Padahal saya sama kucing dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah ada rasa takut.
Kejadian ini saya lupakan begitu saja tanpa cerita kesiapapun. Kerna saya memang sempat lupa dengan kejadian tersebut.
Ternyata kejadian ini tidak terjadi hanya sekali itu saja.
Disaat saya akan keluar dari pintu masjid selesai sholat subuh di hari berikutnya. Menjelang malam takbiran, saya kembali dikejutkan dengan keberadaan kucing putih tersebut. Tapi kucing puting ini tidak sendirian. Kucing putih ini ditemani kucing putih yang lain.
(sebenarnya warna ke dua kucing ini tidak mutlak berwarna putih. Warna dominannya memang putih tapi motifnya saya lupa)
Kedua kucing tersebut duduk diluar pintu masjid. Kedua kucing tersebut seakan menghitung atau melihat setiap orang keluar masjid. Kejadian ini mirip sekali dengan kejadian satu hari sebelumnya.
Saya sempat berdiri lama tepat di depan pintu. Ada beberapa orang jemaah mendahului saya untuk keluar ruang masjid. Dan anehnya lagi. Setiap orang yang melewati saya dan melewati kucing tersebut tidak ada yang melihat keberadaan kucing tersebut.
Kembali lagi terjadilah beradu pandang antara saya dengan kucing putih yang kemarin bertemu saya.
Pertama dia hanya melihat sepintas saja, lalu ganti kucing yang satunya melihat saya lama lama. Tidak begitu lama ke dua kucing tersebut memandang saya lama lama, membuat saya yang semula perlahan lahan keluar pintu, akhirnya membuat saya ketakutan. Dan memaksa saya meninggalkan masjid tanpa menoleh lagi.
Di hari ke tiga sampai bertemu lebaran hari pertama saya tidak lagi menemukan kucing tersebut, di setiap subuh.
Ternyata hingga hari ini saya tidak pernah melihat dua kucing putih tersebut berkeliaran di masjid kalau saya sempat sholat di masjid tersebut.
lha kapan mau cerita tentang mimpi si jibril dan mikail?
huahahahahaha
berhubung sebentar lagi maghrib, mau tidak mau aku harus
menghentikan kisahku ini.
Insyaallah besuk pagi saya kembali melanjutkannya
sabar ya sobat!
trims
Tng, 20 April 2009



Tidak ada komentar:
Posting Komentar