01 Mei 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (bagian 9b)


E. MIMPI BERTEMU MALAIKAT JIBRIL DAN MIKAIL

Bolehkah seorang muslim mempercayai mimpi?
Pertanyaan ini kadang mengusik pikiran saya.
Kerna pertanyaan seperti ini yang membuat saya hingga hari ini ragu untuk bercerita ke orang lain.
Saya takut akan timbul berbagai sudut pandang yang tidak ada yang sama.

Pertanyaan yang lain timbul lagi.
Apakah suatu mimpi itu kadang ada artinya?
Nah lo!

Kalau sudah sampai pertanyaan menjurus seperti ini, saya yakin kalau dibahas akan memanjang dan tidak ada habis habisnya.
Tinggal pribadi kita masing masing untuk menelaahnya.
Percaya, boleh.
tidak percaya, itu hak pribadi masih masing.

bisa saya lanjutkan kisah saya ini?

Yups
terima kasih

Seperti yang sudah saya sampaikan dipermulaan bab ini.
Kata orang, mimpi adalah bunganya orang tidur. Boleh dipercaya boleh tidak
Sedang orang jawa membagi mimpi menjadi tiga waktu. (Saya rasa sobat-sobat semua sudah membacanya)

Pertama, mimpi yang akan saya ceritakan ini beberapa hari sebelumnya sudah ada perlambang (sudah saya sampaikan di bab 9a sub d)
ke dua, saya dalam lindungan do'a menjelang fajar dan menjelang Maghrib dimana saya terlindungi dari gangguan setan yang terkutuk baik dalam mimpi maupun dalam posisi terjaga.
Ke tiga, saya jarang bermimpi.
ke empat, sebagai orang peranakan jawa, saya percaya bahwa mimpi yang memasuki waktu dimana mimpi saya ini terjadi adalah mimpi yang berupa petunjuk Allah Ta'ala.

Kejadiannya begini:

Ramadhan 2006 telah terlewati.
Hari raya I'dul Fitri sudah memasuki hari ke dua. Sudah tentu rasa bahagia pasti merasuk di hati. Tapi saat itu ada yang mengganjal yang sempat saya tanyakan dalam do'a sholat Isya sebelum kejadian mimpi ini terjadi.
Pertanyaan saya begini : "Yaa Allah, mengapa sampai ramadhan berakhir saya tidak menemukan malam lailatul Qodar?"

Pertanyan ini kembali terbersit dipikiran saya yang akhirnya saya ucapkan kembali dalam do'a menjelang tidur.

Berhubung saya di hari ke tiganya berniat melakukan puasa syawal lima hari, Sekitar pukul 9 malam lebih sedikit saya sudah masuk kamar untuk tidur dengan anak saya.
Kami sekeluarga saat itu sedang menginap di rumah keluarga istri di cipondoh.
Tepatnya di rumah Ibu Hj Sayu Sri Jumiyati, cipondoh permai blok B nomor 7, cipondoh-tangerang.

seperti apakah mimpi ini?

Saya berjalan di teritis/ pinggir dinding sebuah rumah yang panjang sekali. (Posisi rumah ada di sebelah kiri saya).
Rumah tersebut berwarna putih bersih.
Dalam mimpi,saya berjalan dari arah depan, tapi saya tidak melihat halaman maupun depan rumah besar ini, dikarenakan saya merasa kenal sekali dengan rumah tersebut.

Dalam mimpi ini, saya merasa punya tanggung jawab untuk mengecek atau memastikan pintu pintu yang banyak sekali itu terkunci dengan benar.
Posisi pintu pintu itu adanya di dinding tersebut. Untuk sampai kesitu saya harus melewati semacam teras atau apa ya namanya. Seakan teras tersebut memisahkan rumah utama dengan pintu pintu yang akan saya datangi.

Saat saya melewati teras/lobi, saya lihat ada dua orang yang duduk di kursi panjang. Mereka berdua sempat saya lihat sedang ngobrol. Saya lewati mereka berdua tanpa menyapa ataupun menegurnya. Kerna ke dua orang tersebut saya tidak kenal.
Saya terus berjalan menuju pintu pintu yang sebenarnya tertutup. Tapi saya merasa saya punya tanggung jawab, maka saya memastikan pintu itu tertutup dengan cara saya putar hendelnya satu persatu.
Setelah yakin semua pintu tersebut terkunci, maka saya balik arah untuk kembali ke depan.
Waktu saya berjalan ke depan, saya sempat melihat ada satu pintu yang daun pintunya terbuka.
Saya balik arah untuk menutup pintu itu. disaat saya akan menarik daun pintu yang posisinya ke dalam rumah. Saya sempat bicara sendiri " gimana sih? pergi kok pintu rumah tidak di kunci?"
Anehnya disaat saya akan menarik daun pintu yang posisinya ada di dalam rumah tersebut sempat terpana akan isi rumah tersebut. Ada cahaya yang begitu indahnya yang tidak bisa saya ceritakan dengan tulisan. Yang jelas saya sempat terpana atau takjub.
Sempat kepala saya tolah toleh ke dalam rumah. Setelah puas memandang isi rumah, maka daun pintu tersebut saya tarik dan akhirnya pintu tersebut tertutup rapat.
Saya lalu berjalan ke depan.
Kembali lagi saya melihat kedua orang tersebut masih ngobrol dengan asyiknya. Saya lewat saja.
Tapi disaat ke dua orang tersebut saya lewati, saya ingat ke pintu pintu tadi. Saya masih ragu apakah pintu pimtu tersebut terkunci semua?
Maka saya balik arah kebelakang lagi. Disaat saya melewati mereka berdua, saya ditegur olah orang yang duduk paling pinggir.
ucapnya begini : "mau kemana?"
Saya yang merasa dipanggil langsung membalikan badan kearahnya.
Anehnya, saya memandangnya seakan beliau tersebut seorang yang sangat saya kenal dan saya hormati.
Sifat jawa saya keluar.
saya menjawab : "mau kesitu?" sambil badan saya membungkuk.
Orang tersebut berdiri, memperkenalkan diri, "Nama saya jibril" sambil menjabat tangan saya. Sedang orang yang duduk disampingnya mulai berdiri, berjalan dibelakang yang mengaku bernama jibril sambil mengucap "Saya Mikail"
Disaat mikail memperkenalkan diri, jibril tersebut kembali berkata :
"ayo ikut saya!"
Tangan jibril masih menggenggam tangan saya dengan eratnya.
Saya sempat berpikir mau diajak kemana?
Belum sempat pikiran saya pulih,wajahnya berubah wujud. Semula begitu tampan dengan kulit putih bersih dengan postur tubuhnya yang gagah. Memakai baju putih semacam jubah, tidak berjampang maupun berkumis.
Wajah Jibril berubah wujud menyeramkan dalam setiap sekejap pandang saya. Beliau selalu merubah wajahnya dengan wajah yang semakin menakutkan.
Saya berusaha menarik tangan saya dalam ketakutan itu, tapi saya tidak bisa.Semakin saya tarik, wajah jibril semakin menyeramkan.

Dalam ketakutan itu saya sempat mengucap Allahu Akbar tiga kali sambil meronta menarik tangan saya dan berhasil. Saat itulah saya sadar dari mimpi.

Saya langsung bangun terduduk. Sekujur tubuh saya basah kuyup keringat. Bantal dan kasur basah kuyup.
Rasa takut itu sampat membuat tubuh saya menggigil.
Perlahan lahan saya turun dari tempat tidur untuk mengambil air mineral yang saya taruh di atas meja.
Beberapa kali saya istighfar untuk mengurangi ketakutan.
Perlahan lahan saya melihat jam dinding yang menunjukan jam 2 lewat 10 menit malam.

Seperti hari hari kemarin jam segini saya sudah berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan sholat malam, tapi niat itu tidak langsung saya lakukan dikarenakan rasa takut itu masih ada.
Hampir jam 3 pagi saya baru turun untuk mandi lalu sholat malam.
Dalam do'a, saya mengucap seperti ini :
" Yaa Allah, apabila yang datang dalam mimpi saya yang mengaku malaikat jibril dan mikail adalah sejenis setan dan iblis yang terkutuk. Saya mohon Yaa Allah jangan berikan saya mimpi seperti ini lagi. Tapi apabila yang datang dalam mimpi saya ini adalah benar utusanmu yang bernama malaikat jibril dan mikail. saya mohon jadikan saya orang yang semakin bertaqwa kepada-Mu"

Setelah saya makan saur, saya menuju ke masjid Al-Ikhlas yang letaknya tidak jauh dari rumah saudara untuk menunaikan sholat Subuh.
Di dalam do'a, saya kembali mengucapkan do'a diatas sekali lagi.

Pagi harinya disaat semua saudara sedang berkumpul dan bercanda, saya sempat cerita tentang mimpi. Mereka semua terdiam. Saya tidak tahu apa yang tersebersit di hati mereka semua. Suasana yang semula begitu ramai penuh canda ria, mendadak sepi.
Apalagi saya sempat bilang begini: " saya tahu bahwa malaikat jibril adalah pemberi wahyu kepada para nabi dan rasul Allah. Tapi bagi saya apabila itu benar malaikat jibril yang datang dalam mimpi saya, Saya meminta kepada Allah agar menjadikan saya orang yang semakin bertaqwa kepada-Nya. Lha yang jadi masalah adalah siapakah malaikat mikail itu?"

Mereka semua tidak ada yang menjawab.

Saya kembali berkata :"Perasaan saya, mikail itu malaikat pencabut nyawa (maaf saat itu saya memang tidak tahu siapa malaikat mikail) Saya mohon apabila dalam hitungan 40 hari dari sekarang ternyata saya meninggal atau mendahuluin kalian semua menghadap Allah. Mohon keikhlasannya"
Istri saya yang duduk agak jauh dari saya langsung nubruk saya, menangis.

Itulah sekelumit cerita tentang mimpi saya. Boleh percaya boleh tidak, itu hak sobat-sobat semua.
Yang jelas, sejak saya mengalami mimpi ini, saya semakin mengalami kejadian kejadian spiritual yang semakin mempertebal keimanan saya.
Subhanallah Wabihamdihi subhanallah hil'adhim

Insyallah saya lanjutkan kisah spiritual ini di lain hari.
kerna sekarang menunjukan pukul 17.57
Alias Adzan maghrib disini Alhamdulillah baru saja berkumandang.
Tng, 01 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar