sepertiga malamku tuk berburu ikan patin
hanya dengan berbekal bulu perindu runcing
seruncing pena para pujangga yang menghardik kesepihan nalar
mampukah aku?
sungguh tak semudah tengadah tangan
sungguh tak semudah tegarkan niat
bekalku tak mencukupi bertemu Hyang Tunggal tanpa batasan
aku jasat renik
dan aku roh-Mu
semata benda dan bayangan
sepertiga malamku yang terakhir
kucoba lahap hasil tangkapan beberapa malam disetiap sepertiga-Nya
kulihat-Mu tersenyum sambil menyiapkan liang lahatku yang tersirami
bagai seruak gerimis senja
kini aku sadar
ternyata tamparan angin kadang kala mampu menggetarkan tiang Arsy
....
Poncowae
bait satu ditulis 30 September 2008
diselesaikan 17 Nopember 2008 jam 9 pagi
24 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar