
puisi jenaka : KESANDUNG BATU
pagi ini terasa udara tak bersahabat
cuaca buruk seburuk senyum ketusmu yang semalam tak berubah
bagaimana tidak....
hujan semalaman membuat aku ketagihan memandang parasmu.
semakin kupandang ronamu, kecubung yang memburamkan nalarku ingin segera tertuntaskan
ach mati aku
palang pintu tiga hari menghalangiku membuatku geram
marah
dan jengah
inginnya kupatahkan
inginnya kubuang segala aral rintang biar lajuku tak terhalang
: sayang....., bisiknya lembut selembut senyumnya yang mulai merekah
hujan masih lebat
masak dinda tega sayangku tetap menerjang?
waduh hilang gairahku
pagi ini aku kesandung batu
semoga saja aku tak mati kaku
; sabar sabar orang sabar disayang Tuhan
...
Ponco wae
Jkt, 14 Januari 09-8.36
puisi instan untuk lembahkasih.co.cc
/hehehe kurasa papa dan mama tahu maksud dari puisi ini
wakakakkkkkk
*)) Maaf sobat2
photo diatas mauku diwakili palang pintu kereta api sesuai metafora dari palang pintu itu sendiri eee ternyata 'palang pintu' nya dibawa lari maling
wekekekekkkk



ini komentar sobatku Stan's :
BalasHapusWakakakakkk.........sebenarnya kesandung batu, apa kesandung pintu ya ?
Hihihiii....beginilah nasiib.......
Saat hujan turun rentik-rentik sepanjang hari
Sehingga engan berlalu, berganti cerah dan terang
Hati gelisah tiada menentu, saat ku tatap paras ayumu
Hmmm, angin dingin berhembus lembut
Membelai dan membisikan kata padaku...."kini saatnya"
Saat mata melirik dan senyum kusunggingan padamu...
Dirimu hanya menunjuk pada kalender yang bergoyang ditiup angin....
Aaaaaaaaauuuch.........!!!
Mukaku tertampar kalender.....tanggal 26
Masih harus menunggu 4 hari lagi !!!!
* 2 minggu lalu
materi referensi:
Salamku
'Si Petakilan'