
SAPU TANGANMU
kelopak bunga bougenwiel disudut pintu pagar taman telah bersanggama dengan embun tadi malam
sisa sisa rekahmeruahnya meradang dalam lantun tembang kasmaran yang terdendang di setiap geliat rona pijaran matanya
tak kedipku membumbung diawang asmara dahana
kurengkuh, inginnya....
(ucapku ucapnya dikerongkongan saja)
saat sapu tanganmu jatuh berjuntai di ujung rasaku, segera kugapai dengan jemari asmaraku
dentingdenting kecapi dalam bias malam semakin merasuk
hingga...
mabuklah aku di belantara dahaga
tak mampu lagi kuhitung, berapa kali kumemujimu
kuharap malam nanti keindahan itu tercipta
benarkah?
entah
aku tak tahu
...
Ponco wae
Jkt, 04 Desember 2009-09.27
Ponco Wae revisi, 31 Januari 2009



Tidak ada komentar:
Posting Komentar