05 Februari 2009

DIPELADANGAN GONTAI MEMBURAI

DIPELADANGAN GONTAI MEMBURAI

gereget dengus kerbau piaramu
memagut persemaian tanah moyangku
tatapan matahari terik ini
membuat keringatan padi petani

dari jauh diujung tegalan
mematung diri memahat langit........
apa yang kau risaukan sobat?
untuk apa kau terus mengumpat?

segerombolan burung gagak lewat
menatap tajam pemahat awan....
langitpun ikut terharu biru
dan menyatu jadi debu

dipersemaian bumi moyangku
tak ada lagi rasa bersama
semboyan yang dulu slalu didengungkan
kini jadi celotehan anak jalanan

air mataku mengucur deras
seribu tanya jadikan bimbang
menatap segala yang dulu ada
mengapa kini sirna kemana?

dipeladangan nenek moyangku
tinggal sebongkah rindu dan dendam
tertutup karang mata dan hati
tak ada lagi banggakan diri

haai.... angin yang bersembunyi dibalik karang
mengapa kau tega hempaskan kami?
tak semua kami ini sudah mati.....
tak semua dari kami ini telah matisuri.....
tetapkan hati berparas diri

hay.....hujan yang tak menoleh tinggalkan derai
mengapa kau tega tak beri madu dari pelepah kehidupan?
tetaplah selalu kami dalam jaga-Nya
dalam lengah yang berkepanjangan
dalam rengkuh yang memabukan
tapi....
adakah semua ini jadi kiasan?

merah kekuning kuningan buram kusam
putih keabu abuan jingga legam
tinggal menunggu memetik hasilnya

..........
Poncowae
Jkt, 09 September 2008 - 10.09

"penjelasan sedikit deh"
he he he

peladangan nenek moyangku ><>

trim's
Poncowae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar