07 Februari 2009

ECEK ECEK ABAL ABAL DAGANGAN HABIS DUIT SEMILYAR



ECEK ECEK ABAL ABAL DAGANGAN HABIS DUIT SEMILYAR

catatan harian si pengelana kata kata

(Halaman Diary ke 212) :
bukan ecek bukan abal
yang jualan pastilah bukan bebal

barang jelek abal abal

disulap apik mudah terjual


celoteh pinggiran rel kereta

bersautan tak ber-irama

saling obral janji berbusa busa

saling sikut
saling meremehkan
dagangan orang lain
saling bersaing sehat
saling menghina

saling menggait pelanggan, sudah biasa


siapa yang untung?


(Halaman diary ke 997) :
terbuka lembaran kelima dari catatan si pengelana kata kata

duduk termangu si gembel jelata

menghitung bintang dibawah kolong jembatan layang, mana bisa?

"buktinya dia bisa" bisikku pada debar jantung yang menciut

disaat preman mengambil pulpenku tuk garuk garuk rambut gimbalnya


"nih kukembalikan" ucapnya sambil tersenyum menyeringai
kayak buaya lapar daging cincangan

kuterima dengan lendir membasahi ujung penaku

wangi nian baunya, ucapku lawan kata


(kututup sejenak catatan perjalanan pengelana kata kata)


ternyata hidup itu
mudah
hidup itu indah
hidup itu susah

hidup adalah penderitaan

hidup adalah senyum simpul anak jalanan
yang sedang menjual suara cemprengnya
dengan tanpa keluh kesah


hidup ternyata begitu nyata dan mudah dipelajari

karena si pengelana kata kata bertabur asa dengan penanya


mengertilah!
hidup dijalani semaumu

maka hasilnya semau-Ku


..................
Poncowae

Jkt, 09 Oktober 2008-2:30sore

Tidak ada komentar:

Posting Komentar