
ECEK ECEK ABAL ABAL DAGANGAN HABIS DUIT SEMILYAR
catatan harian si pengelana kata kata
(Halaman Diary ke 212) :
bukan ecek bukan abal
yang jualan pastilah bukan bebal
barang jelek abal abal
disulap apik mudah terjual
celoteh pinggiran rel kereta
bersautan tak ber-irama
saling obral janji berbusa busa
saling sikut
saling meremehkan dagangan orang lain
saling bersaing sehat
saling menghina
saling menggait pelanggan, sudah biasa
siapa yang untung?
(Halaman diary ke 997) :
terbuka lembaran kelima dari catatan si pengelana kata kata
duduk termangu si gembel jelata
menghitung bintang dibawah kolong jembatan layang, mana bisa?
"buktinya dia bisa" bisikku pada debar jantung yang menciut
disaat preman mengambil pulpenku tuk garuk garuk rambut gimbalnya
"nih kukembalikan" ucapnya sambil tersenyum menyeringai
kayak buaya lapar daging cincangan
kuterima dengan lendir membasahi ujung penaku
wangi nian baunya, ucapku lawan kata
(kututup sejenak catatan perjalanan pengelana kata kata)
ternyata hidup itu
mudah hidup itu indah
hidup itu susah
hidup adalah penderitaan
hidup adalah senyum simpul anak jalanan
yang sedang menjual suara cemprengnya
dengan tanpa keluh kesah
hidup ternyata begitu nyata dan mudah dipelajari
karena si pengelana kata kata bertabur asa dengan penanya
mengertilah!
hidup dijalani semaumu
maka hasilnya semau-Ku
..................
Poncowae
Jkt, 09 Oktober 2008-2:30sore



Tidak ada komentar:
Posting Komentar