06 Februari 2009

JAM SEMBILAN KURANG SATU


JAM SEMBILAN KURANG SATU

sejak hatiku tergadai padamu
seperempat siangku kugunakan mencatat keindahan parasmu
tanpa kanvas
tanpa kertas
tanpa kuas
tanpa alas
tapi selalu pas
tepat menancap lugas

jam sembilan kurang satu kuasah golok tekadku
membabat habis rumput ilalang
jengah
gundah
menyerah
pasrah
yang selama ini mengikat erat
hingga kusekarat dengan nyali yang mengerat
tepat
padat
kuingin lumat lumat
jadi serpihan salju bening yang menggugat

lihat
lihatlah aku dari dekat
sebelum mata beningmu buram oleh silaunya kemilau senja

aku takut kemalaman tanpamu

apakah aku salah tuk selalu memupuk harap?

..............
Poncowae
Jkt, 21 September 2008-11.08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar