
(wahai sang koruptor!, pernahkah kau bayangkan apa yang dirasa oleh anak istrimu?)
serbaneka penjuru dunia teraduk jadi satu dalam aroma got
tatap tegak tak pernah tertunduk bunga kemladean
berjibun jibun seruak hasrat terlunaskan
hanya perlu telunjuk satu, tercukupkan...
apalagi yang belum?
malunya setengah mati
saat dhuha ditinggalkan
kepak sayap bentangan awan terkibaskan
geledek diterik siang bolong kabarkan angin membuka tabir
malunya setengah gila
silahkan saja padamkan bara dengan guratan langit jingga
taburkan kepercayaan agar burung beopun mengerti
bangkitkan segala pesona kala menjelang malam ini dan nanti
tidurkanlah....
rebahkanlah....
matikanlah segala hasrat tuk menyongsong harimu
tetap saja, malunya disekujur badan
terbayangkah?
sebentar lagi bendera kuning dikibarkan
tinggal menunggu giliran
............
Poncowae
Jkt, 13 September 2008



Tidak ada komentar:
Posting Komentar