Puisi air liur
: Pratiwi Setyaningrum
; bertemu denganmu adalah pengharapan.
guratan pena yang memahat statusmu terulang terbaca...
entah apa maknanya...
yang jelas sukmaku sempat lepas... mengawang tak beruang
diajeng yang semburat jauh dari pupil mataku, tahukah kamu diajeng?
; semenjak pohon mahoni tempat masyuk kita meranggas ditelan usia
aku tak bersungut surut merindumu hingga buih-buih air liurku ndremimil memanggilmu
diajeng... oh!
kupindah sejenak ke profilmu dengan photo berbingkai bianglala
sekuntum bunga melati terselip di telingamu
tak kutemukan lagi photo kita yang mendekap rapat-rapat di pelataran berlampin jingga suasa
; apakah yang terjadi diajeng?
mengertilah diajeng ; "aku tak bersungut surut merindumu hingga buih-buih air liurku ndremimil memanggilmu"
~~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 24 Juni 2010-9:40
Puisi ini tercipta kerna terimajinasi dari puisi ; http://www.facebook.com/no




Tidak ada komentar:
Posting Komentar