Ibu, siangku malam
; Ibundaku Sukiyatni binti fulan
serupa wajah memudar di dalam tilam
sesengguk sedih menyulam malam
entah yang keberapa kali jarum menyapa tajam lentik jemarimu sedang ublik yang menggantung di gedek terasa memudar cahya...
kuterkantuk di lelap ayun pahamu sedang bibir mungilmu meraba hatiku berdendang seloka
; lelaplah lelap putraku, bisikmu penuh damai
bagai pengarum jeram
lika-liku
curam karang
dan deras landainya seruam- seruam
sedang riak-riak menuntunku ke yang Satu...
; ibu, siangku malam
tak henti kau haturkan restu menjulang Arsy
sedang kusering lengah
tak tahu menentu arah
; terlambatkah aku ibu?
serupa wajah itu tersenyum, dialah ibuku yang menetas di sanubari
jadi rindu harap... harap...
besuk pulangku bersua ibu
; sebelum melupa menjaring sukmamu, terimalah sembah sungkemku padamu Ibu
~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 8 Juli 2010-14:09
ctt ; "sebelum melupa menjaring sukmamu" = Pikun
Kuharap di sisa umurmu wahai ibuku (78 Tahun) lafas lafal nafas do'amu tak henti untuk putra-putri,
cucu, cicit dan mantu-mantumu
Amin!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar