KLIKO
kinasih...
tempaan bara dengan ayunan lembut sang pande besi meraung, menjerit, merintih... cahya membaur dengan pekat pengabnya saung menanda angin enggan sejenak singgah
; semestinya...!?
kliko semudah tertelan bara lalu mengabu... mendebu
legamnya kehidupan tetap disiangi, berharap sebelum senja ketukan daun jati beri tanda... menjelang malam dapatnya rebahkan sejenak lelah dan menawakuri segala nikmat yang memang pantas disyukuri
kinasih...
entah seberapa panjang resahmu menggapit jun... menanak batu kehidupan bersamaku.
; mengertilah kinasih, aku tak akan bertanya padamu sepanjang apa deburan ombak dan gerai juntai rambutmu. aku takut kinasih... tak kau temukan seberkas cahya yang selama ini kau cari
malam larut menggumuliku hingga dada penuh sesak
nafasku satu-satu
mulut tersumbat
telinga menuli
tetulang runtuh
lidah ngilu
tinggal
aku dan deburan ombakmu
; kinasih!... jangan surut ya?
~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 24 Maret 2010-8:41
Catt ; kliko adalah sebutan dari kulit kayu yang sudah kering sekali.
13 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar