13 Juli 2010

malam itu kau terdiam



malam itu kau terdiam
; Mengenang kakak iparku Ny Surati yang meninggal 25 mei 2010-7:20

terlentang dalam perapian yang membakar segala kekelaman hati telah kau lalui wahai saudaraku
tak cukupkah kau mengaduh walau jelang subuh menyapamu

Malam itu kau terdiam bukan tak berniat balas salamku
malam itu kau menatapku lama-lama seakan kau silakan aku menyusup dipupil matamu...
kau simpan kegetiran, pengharapan, kengiluan, keceriaan dan kegelisahanmu
: tak cukuplah aku berbuih kecuali ikhlas menggelembung rongga dadaku

ya!
malam itu memang kau terdiam dengan lidah kelu mimik kaku seakan sudah banyak kau ucapkan padaku ; cukuplah wahai saudaraku, bisikku

sebelum kelambu menutup harimu
bolehkah aku menunjukan arahmu agar sesampai tujuanmu rasa lega mengurangi himpitan pikirmu?

aku tahu saudaraku, malam itu kau terdiam bukan tak berniat balas salamku

; selamat jalan saudaraku, tak ada gading yang tak retak... tak ada keabadian selain hak-Nya. langkahkan kakimu dengan ikhlas seperti ikhlasnya air hujan mengguyur semesta alam

kepergianmu adalah kehadiranmu yang ditunggu

Innalillahi wa' ina ilaihi roji'un

~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 27 mei 2010-11:38

Tidak ada komentar:

Posting Komentar