Mengintip Bianglala
u/ Pratiwi Setyaningrum dan Eka Huang
sese pagi ini
sese sepi ini menggeliat ditumbukan awan
sesekali mengintip bentang buana netra
; sekembaliku dari mimpi, ada sayatan noktah muram terpenggal dari stigma, dimana kepenatan memapahmu tuk semakin merebah didadaku tak ke sampai-sampai
; sayangku sayang, bisikmu waktu itu mampu mengharu biru
ada kalanya cerita sekedar penawar sendu
ada kalanya berita sekedar penggugah rindu.... saat kupandang sorot matamu yang sayu ternyata melesat bayang lain dari benakmu. siapakah itu?
; sayangku sayang, bisikmu melontar mesiu
seandai nyaman tak lagi dirasa
seandai singgah tak lagi datangkan luapan bahagia, untuk apa kita lagi bersua?
(kubuka jendela kamarku, kutatap pohon rasamala rimbun serimbun rinduku padamu)
seandai kau tak secepat menguap dan memuai dibalik mega, kuingin singgahmu lama-lama hingga bianglala kemayumutu mendekapku di kesunyian pagi.
tinggalkan pesan ; aku tetap mencintaimu
~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 6 Mei 2010 - 14:01
13 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar