13 Juli 2010

PERON IMAJINASI

25 April 2010 jam 9:06

photo diunggah ; http://1.bp.blogspot.com/_hZPtYq6g5l8/S7wOn1zzF6I/AAAAAAAAAuA/9-h66nC53hI/s1600/P1340286.jpg

PERON IMAJINASI
Inspirasi ; obrolan santai dengan sobat "Iwan Sukri" (penyair yang cerpenis)


; pengelana kata-kata suka singgah di terminal. apa mampir juga di dermaga mantera?, tanya mas Iwan Sukri menatap mata dakocanku yang kekuningkuningan diraba lever yang ramah menemaniku selama ini melanglang jagad maya

tak peduli aku..., batinku dengan segala deritaku.
(kusruput kopi ginastel, legi panas kentel yang hangathangat tai ayam seraya batuk-batuk kecil dengan nada bariton yang terkadang aku selingi ludah di sembarang... barang... barang)

; hanya di terminal waktu, aku tak kuasa berlaku apa-apa!, ucap mas Iwan Sukri tanpa menunggu senyumku masih mengembang di ketiak langit


(mataku nanar menelanjangi pedagang kue baskom yang pantatnya bahenol nerkom)

kukurapi sekujur tubuhnya dengan berjuta imajinasi hingga celoteh pedagang kripik tempe kripik pisang kripik lele kripik singkong hilang di ujung nalar


; mau beli mas?, tanya pedagang kue baskom menggenit-genitkan diri jongkok tepat di selasela selangkanganku


"apa saja yang kau jual?", tanyaku seraya menghirup airliur yang mulai meleleh diantara bibirku yang ndombleh breh


; ada kue yang tengahnya bolong, ada juga kue bentuknya bantet tapi legit mas, sekali digigit isinya suka melejit, ucap pedagang kue baskom seraya membetulkan kutangnya yang ternyata diganjal saputangan sedikit menggerinjal


"ah", desahku
membuat pengembaraan nalarku sempat meninggalkan mas Iwan Sukri dalam benangbenang ruwet imajinasi


; mengapa tak beli kue apem saja wahai pengelana kata-kata?, tanya mas Iwan Sukri menepuk pundakku yang arwahnya telah menguap bersama udara malam yang menggigil


"tidak mas"jawabku pendek

; mengapa?, bisik mas Iwan Sukri penasaran

"kue apemnya bau asem" bisikku singkat seraya menutup selangkanganku yang basah kuyup kena kuah sayur asem... dasar tahu bacem!

....
Poncowae Lou
Tangerang, 25 Juni 2009 - 15.24
Kuedit kembali ; 25 April 2010 - 08:49
http://www.kapasitor.net/id/puisi/post/4413

Tidak ada komentar:

Posting Komentar