Puisi pecicilan : Jam tujuh kelewat malam
u/ Erry Amanda
jangan lihat lagi arlojimu yang retak beretak trak trak trak
jarumnya loncat entah kemana disaat spiral kecil yang nyempil menendangnya
; waktumu bukan di arlojimu
jangan lagi memandang langit mencari lintang kemukus lintang panjer rino lintang luku bulan ndadari
telah ditelan langit menghitam tanpa gumpal
; jangan bebani hatimu dalam keterikatan semu
dari sudut pandang ujung buram, aku menggelepar nyangsang ruh di gelar sajadah bermukena dalam kemben yang kendor tanpa pelana tanpa CD putih kembang-kembang ceplok piring yang kau suka
; taruh dulu nafsumu
air mata burai memburai hingga membuncah ke liang lahat
kerak ini bagai butir butir pasir di laut melumat laku
; aku menghamba
~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 17 Mei 2010-13:21
13 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar