13 Juli 2010

Puisi pecicilan : Jam tujuh kelewat malam

Puisi pecicilan : Jam tujuh kelewat malam
u/ Erry Amanda

jangan lihat lagi arlojimu yang retak beretak trak trak trak
jarumnya loncat entah kemana disaat spiral kecil yang nyempil menendangnya
; waktumu bukan di arlojimu

jangan lagi memandang langit mencari lintang kemukus lintang panjer rino lintang luku bulan ndadari
telah ditelan langit menghitam tanpa gumpal
; jangan bebani hatimu dalam keterikatan semu

dari sudut pandang ujung buram, aku menggelepar nyangsang ruh di gelar sajadah bermukena dalam kemben yang kendor tanpa pelana tanpa CD putih kembang-kembang ceplok piring yang kau suka
; taruh dulu nafsumu

air mata burai memburai hingga membuncah ke liang lahat
kerak ini bagai butir butir pasir di laut melumat laku
; aku menghamba


~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 17 Mei 2010-13:21

Tidak ada komentar:

Posting Komentar