PERAMPOK YANG KEOK ini cerita tentang pengantin baru. yang perempuan namanya prihatin sedangkan suaminya bernama sukino (maaf kalau ada yang namanya sama.... ini hanya cerita) pasangan ini berasal dari kampung sanggrahan, ikut kota wonogiri, jawa tengah. setelah berbulan madu dilereng gunung gandul he he he maksudnya dilereng gunung itu ada villa atau semacam penginapan.
Read more (509 words) ulangi lagi he he he setelah berbulan madu, sukino yang biasa dipanggil prihatin dengan panggilan sayang "mas sukin" harus segera berangkat merantau lagi ke lampung. cerita punya cerita, sukino yang sudah berumah tangga ini semakin giat mencari rejeki. kadang dua bulan sampai tiga bulan sukino ini baru pulang ke wonogiri. pada suatu hari yang naas bagi istri sukino yang malam itu dirumah sendiri.Dia kedatangan tamu tak diundang, yang langsung mendobrak pintu depan. kejadiannya sangat cepat. terjadinya dimalam hari, sekitar setengah dua malam. prihatin yang sedang tidur lelap,kaget setengah mati, mendengar kegaduhan diruang tangah. belum sempat teriak, pintu kamar tidurnya sudah didobrak dari luar. prihatin menggigil ketakutan,didepan kamar tidurnya telah berdiri lima laki laki yang menyeramkan. masing masing tangannya memegaang golok dan clurit. "angkat tanganmu!" teriak perampok yang berwajah berewokan dengan garang, "mana uang kiriman suamimu tadi pagi?" "tidak ada pak" jawab prihatin yang masih duduk diatas kasur, ketakutan. "Bohong kamu!" "bener pak" saut prihatin menggigil ketakutan, air matanya mulai mengalir deras, "saya tidak bohong. sudah saya pakai beli sapi". ""kamu jangan macem macem dengan kami ya? kami perampok raja tega tauk!" bentak sibrewok semakin garang. "Mau saya bunuh?"hardik siceking yang duduk disamping prihatin sambil menarik rambutnya yang panjang. prihatin menangis kesakitan. "Uang jual kebon sebelah mana?" teriak perampok yang satunya sambil berjalan menghampiri prihatin yang pucat pasi. "Itu... dilemari baju" jawab prihatin sambil menyerahkan kunci lemari. kunci itu langsung diambil perampok yang ketiga. "Wooow kita kaya bosss" jawab perampok ketiga, setelah melihat isi lemari prihatin yang penuh emas berlian juga segepok uang. perampok yang dipanggil Boss yang dari tadi berdiri didepan pintu, hanya diam. dia melangkah ketempat tidur dimana prihatin berada. "cantik nian dia" batin si boos perampok. tanpa pedulikan anak buahnya, si boss perampok itu langsung memperkosa prihatin istri sukino. ternyata bukan si bossnya yang memperkosa prihatin. ke empat anak buahnya juga ikut kebagian memperkosanya. prihatin istri sukino hanya bisa menangis kesakitan seraya memanggil suaminya dengan sebutan kesayangan untuk suaminya yaitu "mas sukin" "Mas..... mas sukin!" jerit histeris prihatin setiap diperkosa mereka. "iya nih udah dimasukin" teriak boss perampok kegirangan. "mas.... mas sukin!" jerit prihatin selalu begitu. "bagaimana nih Boss?" tanya sibrewok yang kewalahan. "padahal sudah dimasukin nih" tapi entah bagaimana siboss perampok itu akhirnya KO. digantilah anak buahnya yang lain. tetap saja KO. sampai pagi mereka melakukan pemerkosaan, tetap saja mereka berlima tetap KO melawan prihatin istri sukino. padahal sebenarnya prihatin itu sendiri sempat pingsan lebih dari sepuluh kali. akhirnya kelima perampok yang sudah loyo dan KO itu berlutut didepan prihatin yang masih ketakutan. si boss perampok itu akhirnya buka suara........ "ampun nyonya.... kami tidak jadi merampok nyonya.... Ini kami kembalikan semua harta nyonya.... dan kami akan menyerahkan diri kekantor polisi atas kesalahan kami ,merampok nyonya." akhirnya para perampok itu pergi kekantor polisi untuk menyerahkan diri. selidik punya selidik..... mengapa perampok tadi tidak jadi merampok prihatin? gara garanya sepele.... yaitu setiap diperkosa prihatin selalu teriak "mas sukin...... mas..... mas sukin...... mas..... mas sukin! "
itulah sekelumit cerita yang sepintas nyerempet nyerempet bahaya ha ha ha
terima kasih Poncowae
Jkt, 21 Agustus 2008