DI BATAS KESUNYIAN
bergantung asa dalam megah tarian jiwa
secuilpun tak terbersit merona lara
hanya senyum merekah mengembang tanda kedalaman hasrat
memangku timur barat tanpa rasa letih
(Yaa Allah penembang getaran kasih, kuharap ciciripi yang dulu menghantar lelap tidurku mampu hadir kembali)
dari jauh terdengar derap langkah pematut dararindu
dimana gurat-gurat mega memayung disetiap persinggahan nalarku...
kamu
sungguh
tiada batasan
dimana ada terang pemijar
disitu ada senyummu mengembang
kuharap di batas kesunyian
ada waktu yang dapat rekatkanku
walau terasa fatamorgana semata
...
Ponco Wae
Tng, 20 Januari 2009-11,31



