Tampilkan postingan dengan label kesenjangan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesenjangan sosial. Tampilkan semua postingan

06 Februari 2009

PERCUMA KAU PANGKAS KAMI


PERCUMA KAU PANGKAS KAMI
(dialog monoton)

kami hanya serumpun alang alang
tak sedap dipandang merusak pemandangan, katamu

kami sekedar semak belukar yang mengisi tempat yang luang
merusak pemandangan, ucapmu

kami daun yang meranggas terbelah deru masa
terlunta....
tapi tahukah tuan?
kami tetap selalu ada
kerna belantara-Nya tempat tumbuh kembang
walau sejenak jengah menerawang dalam kelam
terbakar kilatan mentari
hangus tak bersisa lagi

tahukah tuan?
mati kami tak sia sia...
bibit kami telah bersimbah peluh nestapa
tumbuh tersirami rerintik gerimis senja

percuma kau pangkas kami yang tetap ada disini...
dimatamu sungguh kami tak berarti
benarkah begitu tuan?

aah!
apa guna kami berciciripi
buktinya belatimu menyayat kami hingga mati
hidup
mati
hidup lagi...

kapankah hatimu mampu luluh?
menanam kami dipot pajangan ranjang tidurmu

senyum tuan penyejuk kalbu
kami harap selalu begitu

..................
*)) Puisi ini saya persembahkan bagi pelopor kemanusiaan, siapapun anda... saya hormat dan salut padamu.

Poncowae
Jkt, 07 Oktober 2008-2:31PM

MENGAPA KAU SUBSIDI CINTA KAMI?

MENGAPA KAU SUBSIDI CINTA KAMI?

disaat pesona olahraga dikancah dunia
sang saka dwi warna dikibarkan
seluruh rakyat heroik merayakan
tiada bedanya di podium singgasana
dengan yang bersila diemperan kios pasar

disaat nasionalis mulai dipertanyakan
disaat pancasilais mulai diperdebatkan
sedang cinta negri adanya di nurani
tak lekang walau dirajam belati

lihat!
lihatlah kami!
kami adalah sang pecintamu
yang kini merangkak dalam keputus asaan

kesenjangan sosial semakin nyata
ketimpangan ekonomi semakin ketara
sedang KKN sudah membudidaya

tak terpikir kami untuk menentang negara
apalagi menghujat pemerintah habis habisan

berikan kami solusi
agar diri ini
tak bertanya sejuta kali : "mengapa kau subsidi cinta kami?"

kami memang pecinta negri, tapi suara kami jangan dikebiri
biarkan gejolak emosi di jiwa
terlontar dalam simponi bersama

satu negri...
satu jaya..
Indonesia raya!

........
poncowae
Jkt, 31 Mei 2008-14.47

05 Februari 2009

YANG TERSISIH DAN YANG RISIH


YANG TERSISIH DAN YANG RISIH
(Kesenjangan sosial)

hatiku pedih siapa yang peduli
tubuhku lapuk siapa yang mengerti
tak makan tiga hari, memangnya ada yang ngasih?
tidur menghampar dan berhias hiruknya kendaraan, siapa yang menyapa hati?
memohon belas kasih, siapa yang risih?

hari ini.....
pagi kemarin....
malam yang tadi....
tak ada yang peduli
memang siapa aku, batinku menjerit

yang tersisih dan yang risih
adalah kesenjangan bersimpang jalan
bagai gejolak pohon yang kan runtuh
tapi.....
aku masih sempat bernyanyi hati
agar nyenyak malamku ini
berganti harap pada-Nya kian pasti

Tuhan, jagalah hatiku ini

..........
Poncowae
Jkt, 07 juli 2008-11.11