
PERCUMA KAU PANGKAS KAMI
(dialog monoton)
kami hanya serumpun alang alang
tak sedap dipandang merusak pemandangan, katamu
kami sekedar semak belukar yang mengisi tempat yang luang
merusak pemandangan, ucapmu
kami daun yang meranggas terbelah deru masa
terlunta....
tapi tahukah tuan?
kami tetap selalu ada
kerna belantara-Nya tempat tumbuh kembang
walau sejenak jengah menerawang dalam kelam
terbakar kilatan mentari
hangus tak bersisa lagi
tahukah tuan?
mati kami tak sia sia...
bibit kami telah bersimbah peluh nestapa
tumbuh tersirami rerintik gerimis senja
percuma kau pangkas kami yang tetap ada disini...
dimatamu sungguh kami tak berarti
benarkah begitu tuan?
aah!
apa guna kami berciciripi
buktinya belatimu menyayat kami hingga mati
hidup
mati
hidup lagi...
kapankah hatimu mampu luluh?
menanam kami dipot pajangan ranjang tidurmu
senyum tuan penyejuk kalbu
kami harap selalu begitu
..................
*)) Puisi ini saya persembahkan bagi pelopor kemanusiaan, siapapun anda... saya hormat dan salut padamu.
Poncowae
Jkt, 07 Oktober 2008-2:31PM




