Tampilkan postingan dengan label puisi jenaka : rujak cingur ranjau asmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi jenaka : rujak cingur ranjau asmara. Tampilkan semua postingan

05 Februari 2009

puisi jenaka : RUJAK CINGUR RANJAU ASMARA


RUJAK CINGUR RANJAU ASMARA
// maunya sih puisi jenaka ha ha ha

ngabuburit itu kata orang sunda
jawa timuran pasti beda kalimatnya
bersama sobat sabitku semua
berjalan kaki di surabaya pastilah ada tujuannya

menebar pesona lirik kiri lirik kanan
mulut berkoar tertawa bebas merdeka
tidak inget ini hari lagi puasa
setiap simpangan gadis, mulutnya aduh kagak dijaga

sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang
langkah kaki masih mantap sampai tujuan
rujak cingur si lesung pipit yang kusayang
sudah berjejal pembeli banyak antrian

saat kutatap mata bola bekelnya
lesung pipit bibir tersungging tanda menyapa
tak perlu antri rujak cingur sudah ditangan
sobat sabitku berdehem pertanda aku diistimewakan

bahasa mata sudah terjadi sejak lama
waktu dibangku sekolah SLA swasta
tapi kini dia bukan milikku
mana aku berani menjalin cinta sama bini pamanku

ha ha ha
aku tertawa darah setiap memandangnya

>>>>>>>>>>>>>>>>
sipecicilan Ponco

Jkt, 28 Agustus 2008 jam 11.04