(kuharap singgahmu tak berlama lama)
begitu tersiksanya aku setiap dawai asmara
bersanggama dengan petikan kecapi durjana
berurai pesona rupa tertata diujung lidah bianglala
(tak terasa, pesisir pantai telah terlampaui
sedang hasrat kian mendekat dalam badai mahligai kian membuncah)
sebegitu mudahnya kuucapkan janji
semudah kulumatkan segala ikrar suciku padanya,
semua ini karena kau!
aku lupa mentari kini sepenggalah
dimana sejenak kutidurkanmu dalam bilik hati
tapi apalah daya
semakin ku tinggalkanmu, raut pesonamu semakin mengikat erat erat imajinasiku
logiku berharap singgahmu tak berlama lama
tapi hatiku yang terlanjur terlena berkata jangan pergi sayang!
rebahlah selalu di rongga dadaku seberang lain
mungkinkah ini berkesudahan?
maafkan aku...
hasratku memilikimu ternyata sebesar ikrarku padanya
bersediakah kau kujalin?
................
Ponco
Jkt, 24 September 2008-10.55




Tidak ada komentar:
Posting Komentar