31 Januari 2009

SAAT HADIR-KU DARI JAUH



SAAT HADIR-KU DARI JAUH
(puisi mengenang almarhum "... To")

dari sudut pembaringanmu, To!
Aku bebas memandangmu
yang menggelepar menabur malu

adalah telaga yang mulai mengering
adalah harimau yang tak mampu lagi mengaum
adalah petir...
adalah hujan air mata...
bergantilah fajar bening berembun sejuk
laksana sambut sapa-Ku

To!
bangunlah...
kereta kencana telah lama menunggumu
tuk menghantarmu kemana kamu mau...
ambilah nafas panjang panjang
sepanjang kamu mampu
setelah itu?

To!
dari sudut pembaringanmu
Aku bebas memandangmu

pastilah sudah Ku-tetapkan jalanmu

Poncowae
Wng, 22 Januari 2008-23.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar