
SAAT HADIR-KU DARI JAUH
(puisi mengenang almarhum "... To")
dari sudut pembaringanmu, To!
Aku bebas memandangmu
yang menggelepar menabur malu
adalah telaga yang mulai mengering
adalah harimau yang tak mampu lagi mengaum
adalah petir...
adalah hujan air mata...
bergantilah fajar bening berembun sejuk
laksana sambut sapa-Ku
To!
bangunlah...
kereta kencana telah lama menunggumu
tuk menghantarmu kemana kamu mau...
ambilah nafas panjang panjang
sepanjang kamu mampu
setelah itu?
To!
dari sudut pembaringanmu
Aku bebas memandangmu
pastilah sudah Ku-tetapkan jalanmu
Poncowae
Wng, 22 Januari 2008-23.10
(puisi mengenang almarhum "... To")
dari sudut pembaringanmu, To!
Aku bebas memandangmu
yang menggelepar menabur malu
adalah telaga yang mulai mengering
adalah harimau yang tak mampu lagi mengaum
adalah petir...
adalah hujan air mata...
bergantilah fajar bening berembun sejuk
laksana sambut sapa-Ku
To!
bangunlah...
kereta kencana telah lama menunggumu
tuk menghantarmu kemana kamu mau...
ambilah nafas panjang panjang
sepanjang kamu mampu
setelah itu?
To!
dari sudut pembaringanmu
Aku bebas memandangmu
pastilah sudah Ku-tetapkan jalanmu
Poncowae
Wng, 22 Januari 2008-23.10



Tidak ada komentar:
Posting Komentar