"igaku terlanjur lentur menopang raga buai hasrat tak sampai sampai"
urai isi ; kunci utama dari puisi 10 kalimat ini ada pada " Igaku" dan " buai hasrat tak sampai-sampai "
"Igaku" bila digabung dengan "buai hasrat tak sampai-sampai" , akan menjelaskan pada pemaknaan simbolik dari suatu kejadian rasa!, jadi bukan Iga dalam arti phisik yang sebenarnya ( secara ilmu biologi! )
Jadi bisa saya terjemahkan disini, penyair ingin menyampaikan bahwa lagi terjadi suatu masalah pada perjalanan cinta kasihnya dengan sang dara ( igaku ) yang mana sang dara begitu dirasa kian menjauhtah? melemahtah?pesimistah?, padahal "igaku" inilah yang selama ini membuat tegar "raga" ; mewakili aku sang penyair. Dan kegundahan penyair! mungkin juga kegundahan kekasih juga sih! >> akan kisah kasih yang serasa berjalan lambat tak sampai pada dermaga cinta!
hehehe
BalasHapuskomentar dari sobatku Lifespirit :
"igaku terlanjur lentur
menopang raga buai hasrat tak sampai sampai"
urai isi ;
kunci utama dari puisi 10 kalimat ini ada pada " Igaku" dan " buai hasrat tak sampai-sampai "
"Igaku" bila digabung dengan "buai hasrat tak sampai-sampai" , akan menjelaskan pada pemaknaan simbolik dari suatu kejadian rasa!, jadi bukan Iga dalam arti phisik yang sebenarnya ( secara ilmu biologi! )
Jadi bisa saya terjemahkan disini, penyair ingin menyampaikan bahwa lagi terjadi suatu masalah pada perjalanan cinta kasihnya dengan sang dara ( igaku ) yang mana sang dara begitu dirasa kian menjauhtah? melemahtah?pesimistah?, padahal "igaku" inilah yang selama ini membuat tegar "raga" ; mewakili aku sang penyair.
Dan kegundahan penyair! mungkin juga kegundahan kekasih juga sih! >> akan kisah kasih yang serasa berjalan lambat tak sampai pada dermaga cinta!
Salam lifespirit!