
disaat lidahmu mulai berkelit
biarkan macan kumbang menerkammu
bertalu talu gema terpantul lagi
rasa nyeri tak terperi
terobati pabila kamu mati ditelan ular sanca berekor dua
dan kembali hidup tanpa rasa
sungguh...
penghinaan yang sepadan bagi lidah penzina penzolim sepertimu
kuhela nafas panjang panjang sepanjang aku bisa, dan terbukalah pencerahan
dimana hujatku telah merugikanku...
keburukanmu menimpaku
bagai bisnis untung rugi yang masgul
dasar ular beludak yang cantik rupawan yang sempat terkam nalarku
kupersilahkan berbagi hasil dengan lidah dan bibirmu
sebelum meledak dan membuncah darahku hanya menanggapi buih nafsumu
ingatlah pesanku...
disaat waktumu akan terhenti
ambilah nafas panjang panjang sepanjang kamu bisa
setelah itu terimalah hasil jerih payahmu yang tak tertolak
selamat jalan ke keabadian
..................
Poncowae
Jkt, 06 Oktober 2008-1:19PM



Tidak ada komentar:
Posting Komentar