
dalam keredupan malam
kunang kunang di atas dawai pengasihan
beramai ramai mencoba memetik rembulan
sedang rembulan mematik hasrat menebar senyuman
awan yang semenjak tadi merah kekuning kuningan, kini menghitam
jelaga berlimao garam
kepul anglo menanak pengharapan kepulkan kematangan sesaat
siapa yang menanggung segala derita ini?
gaungnya memantul ketelinga
jawaban tiada
matipun sia sia
kunang kunang pijarkan sinarnya
semakin terang dan indah, memantul di persawahan yang membasah
rembulan yang tadi palingkan muka, sejenak tertawa
cukup sudah waktumu, istirahat
menjelang malam kunang kunang meredup sinarnya
berganti obor dan ublik
sedang lampion bertengger di loteng loji tua
bergoyang lembut menari diujung malam
malam terasa mati
darah membeku
bulu kuduk berdiri kaku
lampion mati pertanda pagi
kuurungkan niatku menyapa hari...
selamat pagi
..........................
Poncowae
Jkt, 13 Oktober 2008-3:25sore



Tidak ada komentar:
Posting Komentar