
WIRID SEJIMPIT DI HIJRIL ISMAIL
saat tebasan angin menerpa carut marut nuraniku yang menggumpal kebusukan hitam legam dan goresan di kening, penuh cela...!
aku takut
aku malu
aku
sungguh tak berani menghampiri-Mu
saat wirit dalam alunan lembut memuja-Mu bergema di sekelilingku
berjutajuta insan dalam rengkuh-Mu
menangis mengiba mohon ridho-Mu...
sungguh
aku terduduk
simpuh...
air mata pendustaan runtuh
tiada lagi yang terucap
selain wirid sejimpit memuja-Mu
....
Em Ponco
Taif - jeddah, 26 Maret 2009
(4jam sebelum penerbangan ke jakarta)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar