Sumber lukisan : http://www.indonesiaindone
Sajak-sajak Poncowae Lou ; Aroma surga
Seharusnya
; maaf tuan!... jangan berkata seharusnya di forum seperti ini
? (dibaca ; Tuing.. tring.. ting.. ting)
; Seandainya saja tuan!, ucapku perlahan-lahan di balik kerah jas bulumu.
dengan berandai-andai, tuan dapat berkata suka-suka
~~~~~
Jum'at 11:22
; Tuhan!... fulan bin fulan alpa
~~~~~
Giliran padam
kami mati tuan, lebih kali delapan jam
sedang air zam-zam tak mengucur dari padasan
; kapan tuan mati?
tak ada ritual mandi jenasahmu
tak ada seremoni seteguk anggur merahmu
; kapan tuan mati?
pastikan giliranmu kau masih ada disitu
~~~~~
Cerita basi pria pendosa dan janda tua
; aku tahu lho penismu hanya satu berbuih anyir beraroma surga
mau?, bisik pria pendosa yang mendulum ludah kering, menghantam jakunnya yang naik turun
; ah!... bukan aku yang ngomong lho!
he he, ucap pria pendosa itu yang ngeloyor pergi menowel pantat janda tua yang menggerinjal girang
dasar semprul!, batinku yang sempat melihat adegan tak senonoh di siang yang oh.. oh teriknya
lupakan... lupakan... lupakan itu Yaa Allah, bisikku membelai sorban yang mulai pucat pasi
hemm...
Jum'at yang memilukan
~~~~~
Lihat dari dekat lihat dari jauh
; ada yang sama saat kulihat wajahmu dari dekat maupun dari jauh, sayang
apa sayangku?, bisikmu manja sambil merebahkan tubuhmu di dadaku yang kerempeng
; ternyata kau dilihat dari jauh dekat tetap tiga ribu lima ratus
~~~~~
Poncowae Lou
Tangerang, Jum'at 13 Nopember 2009
silahkan mampir di link ini ; http://id-id.facebook.com/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar