KUMERINDU PADA RANAH
kumerindu pada ranah dimana guratgurat mega dan beningnya air belik memancarkan pengharapan
hijauhijau daun
rindangrindang batang pisang yang mengayun disapu melodi birama rasa
rindangrindang nyiur menyapa mesra
dicangkul gembur sawah tegal pekarangan
sapi membajak sangat riang tak terbeban
kucurankucuran atap tak mengenal pancaroba tak mengenal kemarau tak mengenal keluhkesah kelu lidah
cairan kimiawi dibuang tak dibutuhkan
kecipak-kecipak sak murbeng kewan air hidup rukun dalam habitat
kelotak kelotik sak murbeng kewan alas tak tersentuh jemarijemari yang berkuku tajam berlipat gunting menghulu parang
; adakah itu sobat?
kumerindu pada ranah dimana belaian cacian berbalas dalam makna kebaikan
kurang dan lebih diterima dengan legowo ikhlas dan berucap syukur
kerna semua akan berakhir di ujung
dimana senyum tulus dan tawa hambar tercatat ; "kembali itu lebih baik"
kumerindu pada bau pasir lepen yang sempat kita buat istana dan kereta kencana dengan buihbuihnya
saat kumenciumnya
aku ingin selalu memiliki dan ingin selalu begitu hingga gebyak layar diturunkan
; kumerindu ranah sebesar kumerindu belaian kasih sayang
...
Ponco Wae
Tangerang,11 Agustus 2009
Barusan, 10.05 pagi
20 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar