RUANG BACA
pilarpilar langit penyangga ujung kata dibaluri kulit ari sanggama
pernikpernik tanda baca titiktitik tanpa jeda
intuisi bermain bagai bethoven sedang tenggelam dilautan ketiadaan
anak nelayan tak picingkan mata menatap riakriak kecipak di bibir sauh
sedang di tapal batas ke-aku-an, sampah sampah tersapu ombak membuat gunung tepatnya gugusan ketidak tahuan
di ublak ublak
di obokobok
keruh!
diam...
jernih
diteguk antah
ditelan tak mengenyangkan,
buktinya aku masih betah meradang
ruang petak duakalidua
pengab terasa tanpa ventilasi tanpa ornamen tanpa baling baling kapal udara
disinilah aku beranak pinak
disinilah aku onani
disinilah aku b'ol
sungguh..
belum sempat kujamah gerai kemilau bianglala, senja hari mulai menyapa
nyalakan lampunya ma!, cepat sekali gelap gulita
biarkan aku disini mengeja rasa agar saat kugauli parasmu, cinta ini tak hanya penghias mata saja
...
Poncowae Lou
Tng, 11 Mei 2009 - 10.49
19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar