19 November 2009

RUANG BACA

RUANG BACA

pilarpilar langit penyangga ujung kata dibaluri kulit ari sanggama
pernikpernik tanda baca titiktitik tanpa jeda
intuisi bermain bagai bethoven sedang tenggelam dilautan ketiadaan
anak nelayan tak picingkan mata menatap riakriak kecipak di bibir sauh
sedang di tapal batas ke-aku-an, sampah sampah tersapu ombak membuat gunung tepatnya gugusan ketidak tahuan
di ublak ublak
di obokobok
keruh!
diam...
jernih
diteguk antah
ditelan tak mengenyangkan,
buktinya aku masih betah meradang

ruang petak duakalidua
pengab terasa tanpa ventilasi tanpa ornamen tanpa baling baling kapal udara
disinilah aku beranak pinak
disinilah aku onani
disinilah aku b'ol
sungguh..
belum sempat kujamah gerai kemilau bianglala, senja hari mulai menyapa

nyalakan lampunya ma!, cepat sekali gelap gulita
biarkan aku disini mengeja rasa agar saat kugauli parasmu, cinta ini tak hanya penghias mata saja

...
Poncowae Lou
Tng, 11 Mei 2009 - 10.49

Tidak ada komentar:

Posting Komentar