03 April 2009

Oleh-oleh umrohku : PERJALANAN RUH DI TANAH HARAM (BAGIAN 7)


Bab 7 : DATANGNYA MISIONARIS DAN SEORANG PASTUR KE RUMAH

Di hari Jum'at yang suci ini tanggal 03 April 2009 sekitar jam 09.21 wib saya lanjutkan cerita pengalaman hidup saya dari seorang Budha menjadi seorang muslim. Semua itu tidak lain dan tidak bukan saya memulainya dengan memohon petunjuk-Nya. Agar apa yang saya tulis ini mendekati kebenaran.

Cara saya menulis ini memang tidak lazimnya seseorang membuat buku agama yang didalamnya terselip ayat-ayat suci Al-Qur'an dan Hadist Nabi SAW. Sungguh saya berniat menulis ini sesuai ilmu yang saya punya dan kebisaan saya. Agar apa yang saya sampaikan mudah diterima oleh kalangan apa saja.


Tulisan saya ini juga tidak mengandung unsur politik ataupun SARA.
Dan saya tidak berniat mempengaruhi pemeluk agama lain (apabila mereka membaca) untuk beralih keyakinannya.
Saya hanya bercerita apa yang saya rasakan dan saya alami semenjak saya memeluk agama Islam sampai sekarang.
(sudah menginjak 24 tahun lebih saya memeluk agama islam)




DANGAU PERSINGGAHAN KITA

tanyakan pada Dia, den
apa yang kita lupa mohon diingatkan.
agar hamparan petakan sawah dan tegalan
yang kita rajut dengan benang kasih sayang....
dari benih benih yang tertanam
menjadi buah buah yang ranum
merekahkan harapan
memanen dimusim petik

tanyakan pada Dia, den
apa yang kita tanggung dosa mohon diampunkan.
atau sujud kita yang masih kurang kusyuk?
atau puji syukur kita yang masih tertahan diawan?

puso datang!
puso kembali datang.....
peristiwa yang sangat mengerikan.
segala macam hama singgah tak disapa
menghancurkan peladangan
memporak porandakan persawahan kita
dan menguras habis air mata kehampaan

bilanglah pada Dia, den......
beginikah cara-Nya menunjukan kuasa-Nya?
jangan sampai kami meragu.....
menjual iman demi perut yang lapar.

............
ctt = Dia = Tuhan
....... den (bhs. jawa) = panggilan untuk seorang laki laki dewasa (kependekan dari kata Raden atau sebutan seorang ningrat)

trim's
poncowae
Jkt, 11 juni'08/ 09 malam

puisi ini, di bait penutup adalah gambaran keadaan saya. Dimana Iman seseorang apabila tidak kuat akan mudah goyah dikarenakan keadaan hidup yang menghimpitnya.
Puisi ini juga dapat mewakili hati saya disaat menghadapi misionaris dan pastur yang mengaku dari "Komunitas perjanjian Yehua"
Masalah kebesaran Allah apa saja yang pernah saya alami, baik secara badaniah maupun rohaniah.... akan saya ceritakan di lembar lain.

Bisa saya mulai?

Saya masuk islam bukan karena perempuan.
saya masuk islam bukan karena janji-janji muluk seseorang dalam segi materi.
saya masuk islam bukan kerna saya mencari ilmu dikdaya.
Saya masuk islam bukan agar saya cepat kaya.
Itu semua tidak terbersit dalam otak saya. Saya masuk Islam kerna waktu itu hanya islam yang ingin saya pelajari. Semakin saya menyelami agama Islam, rasa tenang dan damai merasuk di sanubariku.
(Masalah ini mungkin bisa saya sampaikan di bab yang terpisah)

Justru sejak saya masuk islam, cobaan hidup bertubi-tubi menimpa saya. Contohnya saya berkali kali jadi pengangguran.
Alhamdulillah saya hadapi dengan bersikap positif.

kembali ke masalah :
1. Ada apa seorang misionaris perjanjian yehua yang notabene seorang kristen datang ke rumah?
2. Mengapa dilain hari misionaris tersebut membawa pastur dan di hari lain membawa kakak perempuannya yang tinggal di kanada ?
3. Siapa yang kasih tahu dia kalau saya ini seorang mualaf yang pengangguran?
4. Bagaimana saya menghadapi kehadiran mereka?
5. Bagaimana pandangan lingkungan saya dengan peristiwa ini?
Mungkin pertanyaan ini menggelitik di pikiran sobat sobat termasuk saya sendiri. Kerna pertanyaan diatas tidak semua saya tahu jawabannya.

saya jawab sendiri ya? hehehe
Kejadian ini terjadi disaat saya keluar dari subbag Sim. Saya sekeluarga menempati rumah keluarga istri di daerah Bojong nangka- Kelapa dua, Tangerang.
Tepatnya di perumahan Dasana Indah Blok UC 4 No. 28, RT/RW : 002/25
Dirumah inilah saya kedatangan tamu yang mengaku bernama Glend, beliau tinggal di perumahan UBUD lipo karawaci Tangerang.
Sebagai tamu, otomatis saya terima layaknya tamu yang lain. Anehnya dilain hari dia mengajak adiknya yang mungkin masih duduk di bangkku SD.
Saya masih diam saja walau dia mulai mengeluarkan alkitabnya serta saya dibagi majalah ruhani.
beberapa minggu kemudian, datanglang saudara Glend ini tidak sendirian, tapi dia membawa seorang Pastur. Mereka berdua saya terima di teras rumah. Semakin anehnya si pastur itu mulai berkotbah ngalor ngidul. sampai sampai kehidupan Nabi Isa disamakan dengan kehidupan saya.
Otomatis saya tersenyum sendiri. Bayangkan saja nabi isa itu kehidupannya sama dengan saya.
Batin saya sempat berucap, lebih baik sembah saja saya huahahahaha
Dipikir dengan menjatuhkan martabat Rasulnya, membuat iman saya jatuh.
Saya lihat Glend tidak menyerah begitu saja, lain hari dia membawa kakak perempuannya yang lama tinggal di kanada. tetap saja mentah. Justru saya yang berbalik dan memberi masukan padanya, bahwa kalau kamu mencari pemeluk baru dengan cara begitu dan berkotbah hanya terpaku dengan Alkitab tanpa menyentuh kehidupan sekarang. Sungguh apa yang kamu lakukan adalah kesia-siaan saja.
Mereka berdua diam.

Lha akhirnya saya marah disaat saudara glend tersebut membawa undangan, dimana undangan itu bertujuan mengumpulkan orang-orang seperti saya ini disuatu gedung.
Entah ada kekuatan apa, saya mampu berucap layaknya usztad yang sedang berkotbah. Saya rasa ini semua atas kehendak-Nya.
Kalau ditanya apa yang saya ucapkan saat itu, saya sungguh lupa.
Seingat saya, pertama kali saya mulai bicara dengan membaca sepenggal ayat al kaafiruun : Lakum diinukum waliyadiin

Sejak itu saudara Glend tidak hadir lagi di tempat tinggal saya.

maaf ya, ini sudah menunjukan pukul 10.43 wib saya akan berangkat sholat jum'at
InsyaAllah akan saya lanjutkan dengan cerita yang lain yang lebih mempertebal keimanan kita.
Amin

Tng,03 April 2009

1 komentar:

  1. wew.... om hebat....
    semoga Allah. SWT selalu melindungi iman om ponco...

    salam hangat dari febi...

    BalasHapus